Negara Dirugikan Triliunan Rupiah, Mafia Rokok Diduga Bebas Beroperasi di Pelabuhan Tobelo

- Penulis

Minggu, 21 Desember 2025 - 12:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALUKU UTARA, Trendhalsel.com__ Hasil investigasi terhadap jalur distribusi logistik mengungkapkan bahwa Pelabuhan Tobelo Kabupaten Halmahera Uatara, Maluku Uatara. diduga kuat menjadi “pintu masuk” utama bagi ribuan karton rokok tanpa pita cukai yang kini membanjiri pasar Halmahera secara keseluruhan. (21/12/2025)

Praktik ini tidak hanya merusak peta persaingan usaha yang sehat, tetapi juga secara langsung merampok potensi penerimaan kas negara dari sektor Cukai Hasil Tembakau (CHT) dalam skala masif.

Berdasarkan data teknis peredaran rokok ilegal yang berhasil dihimpun, potensi kerugian negara dapat dikalkulasikan secara matematis melalui struktur tarif cukai yang berlaku. Jika satu kontainer ukuran 20 kaki memuat 284 karton dengan isi 800 bungkus per karton, maka total muatan mencapai 227.200 bungkus rokok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut rincian potensi kehilangan pendapatan negara per satu kontainer:

• Pita Cukai SKM (20 Batang) senilai Rp29.700/bungkus: Potensi kerugian mencapai Rp6.747.840.000 (Rp6,7 Miliar) per kontainer.

• Pita Cukai SKM (10 Batang) senilai Rp14.850/bungkus: Kerugian mencapai Rp3.373.920.000 (Rp3,3 Miliar) per kontainer.

• Pita Cukai SKT (12 Batang) senilai Rp10.325/bungkus: Kerugian mencapai Rp2.345.840.000 (Rp2,3 Miliar) per kontainer.

Angka ini merupakan perhitungan untuk satu kontainer saja. Mengingat peredaran mencakup daerah penjualan Halmahera secara keseluruhan, akumulasi kerugian dipastikan menembus angka yang sangat fantastis.

Baca Juga:  BACAN DARURAT SAMPAH: 21,4 Ton per Hari, Petugas TPA Terancam, Kebijakan Mandek

Menanggapi fenomena ini Wempy Habari menilai bahwa masifnya peredaran merek-merek seperti Rastel, Omni, Martil, Drone, BSJ, Lato-lato, Sniper, Boston, Hummer, Manchester, Anker, Roadrace, hingga Smith adalah bukti lemahnya lini pengawasan.

“Masuknya barang dalam volume kontainer lewat pelabuhan resmi seperti Tobelo menunjukkan adanya lubang besar dalam sistem pengawasan kita. Ini bukan lagi sekadar pedagang kecil yang mencoba peruntungan, tapi sudah mengarah pada sindikasi yang rapi. Jika aparat tidak segera memutus jalur logistiknya, negara bukan hanya rugi secara finansial, tapi wibawa hukum kita sedang dipertaruhkan di depan mafia rokok ini,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa jika aliran rokok ilegal ini tidak dibendung, dampaknya akan merembet pada dana bagi hasil cukai yang seharusnya diterima daerah untuk pembangunan infrastruktur dan layanan kesehatan maupun Pendidikan di Maluku Utara.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah anak Gerakan Maluku Utara guna mencipta pandangan bersama serta Agenda selanjutnya, kami sudah bersepakat jika tak kunjung adanya respon dari pihak Penegak Hukum dalam waktu dekat ini kami akan menyambangi Menteri Keuangan,pihak Bea Cukai, KPK maupun lembaga terkait lainnya baik dalam bentuk Audiensi hingga Aksi Massa.” Pungkas Wempy

 

(Tim/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BACAN DARURAT SAMPAH: 21,4 Ton per Hari, Petugas TPA Terancam, Kebijakan Mandek
BANTAHAN KERAS CCYRI: Fakta Kontrak Diabaikan, Kinerja JAJ Justru Sarat Ketidaksesuaian
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Desember 2025 - 12:59 WIT

Negara Dirugikan Triliunan Rupiah, Mafia Rokok Diduga Bebas Beroperasi di Pelabuhan Tobelo

Senin, 15 Desember 2025 - 02:13 WIT

BACAN DARURAT SAMPAH: 21,4 Ton per Hari, Petugas TPA Terancam, Kebijakan Mandek

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:27 WIT

BANTAHAN KERAS CCYRI: Fakta Kontrak Diabaikan, Kinerja JAJ Justru Sarat Ketidaksesuaian

Berita Terbaru