Halmahera Selatan,—10 hingga 12 Februari 2026, Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menggelar kegiatan bertema “Bimbingan Teknis Pengajar Utama Bahasa Bacan dan Makian Luar” di Kabupaten Halmahera Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menekankan pentingnya bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkup pemerintahan dan pendidikan.
Bahasa daerah memiliki peranan krusial sebagai bagian dari identitas budaya dan warisan leluhur. Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa daerah juga berperan dalam mempererat hubungan sosial, memperkuat nilai-nilai adat, dan menanamkan karakter kepada generasi muda. Seorang peserta bernama Budi, menegaskan bahwa Bahasa Makian Luar memiliki peran strategis dalam menjaga jati diri masyarakat.
“Banyak tantangan globalisasi dan dominasi bahasa nasional serta bahasa asing, yang menyebabkan penggunaan bahasa daerah, khususnya di kalangan generasi muda yang lahir di tahun 1990-an, mulai menurun,” ujar Budi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini menunjukkan perlunya upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran serta penggunaan bahasa daerah oleh generasi penerus.
Kegiatan Bimtek ini memiliki beberapa tujuan penting:
- Meningkatkan pemahaman pengajar tentang pentingnya pelestarian Bahasa Daerah, khususnya Bahasa Makian Luar.
- Meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional pengajar dalam pendidikan bahasa daerah.
- Menyusun strategi pembelajaran Bahasa Makian Luar yang menarik dan relevan.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong penggunaan Bahasa Makian Luar dan Bacan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Manfaat dari kegiatan ini diharapkan dapat:
- Melestarikan Bahasa Makian Luar dan Bacan.
- Meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap bahasa dan budaya daerah.
- Mengajak generasi muda untuk aktif menggunakan bahasa daerah.
- Menciptakan pengajar yang kompeten dan inovatif dalam pengajaran bahasa daerah.
Kegiatan ini terdiri dari berbagai bentuk, antara lain:
- Penyampaian materi tentang urgensi pelestarian bahasa daerah.
- Pelatihan metode pembelajaran untuk Bahasa Makian Luar.
- Penekanan pada pentingnya literasi dan praktik dalam berbahasa.
- Simulasi pembelajaran Bahasa Makian Luar.
Melalui Bimbingan Teknis ini, diharapkan dapat terjalin komitmen bersama untuk melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya yang tak ternilai. Sebagaimana dinyatakan dalam kegiatan ini, “Bahasa daerah adalah identitas, dan menjaga bahasa berarti menjaga jati diri bangsa.”
Tim/red










