Keretakan Manajemen Sekolah di Desa Talimau, Siswa SMP Nurul Hasan Terancam Kehilangan Ruang Belajar, Warga Desak Pemkab Halsel Bertindak

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 01:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: FOTO ILUSTRASI AI

i

Gambar: FOTO ILUSTRASI AI

HALMAHERA SELATAN – Polemik pendidikan di Desa Talimau, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), memantik perhatian masyarakat. Hubungan yang diduga tidak harmonis antara manajemen SD Negeri 32 Halmahera Selatan yang dipimpin Munir Nasir, S.Pd., dengan SMP Nurul Hasan Kie Ruru disebut berdampak langsung terhadap keberlangsungan proses belajar-mengajar para siswa.

Sejumlah wali murid dan pengurus Yayasan Nurul Hasan mengaku khawatir karena hingga kini siswa SMP Nurul Hasan belum memperoleh kepastian mengenai penggunaan ruang belajar. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Munir Nasir, S.Pd., selaku Kepala SD Negeri 32 Halmahera Selatan, disebut menolak memberikan izin penggunaan ruang kelas bagi SMP Nurul Hasan. Menurut informasi yang diperoleh, penolakan tersebut disampaikan dengan alasan keterbatasan ruang belajar akibat proyek rehabilitasi gedung sekolah yang sedang berlangsung sehingga hanya tersisa empat ruang kelas yang dapat digunakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menurut keterangan sejumlah wali murid, penolakan itu disebut tidak hanya berlaku selama proses rehabilitasi. Mereka mengaku mendapat informasi bahwa meskipun renovasi gedung telah selesai, pihak SD tetap tidak akan memberikan izin penggunaan fasilitas sekolah kepada SMP Nurul Hasan.

Persoalan semakin menjadi perhatian setelah muncul dugaan bahwa pada momen pengumuman kelulusan siswa SD pada 2 Juni lalu, Munir Nasir, S.Pd. diduga menyampaikan imbauan kepada para orang tua agar tidak mendaftarkan anak-anak mereka ke SMP Nurul Hasan karena sekolah tersebut disebut akan ditutup. Hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih berupa pengakuan dari sejumlah pihak dan belum mendapat tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Di tengah polemik tersebut, berkembang pula berbagai spekulasi di masyarakat yang mengaitkan persoalan ini dengan dinamika hubungan antara pihak SD dan Yayasan Nurul Hasan. Dugaan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Ketua Komite SMP Nurul Hasan Kie Ruru mengaku prihatin atas kondisi yang terjadi.

“Kami sangat menyayangkan situasi ini karena yang menjadi korban utama adalah anak-anak yang ingin belajar. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendukung proses pendidikan, bukan arena konflik kepentingan. Kami berharap ada jalan keluar yang bijak agar proses belajar-mengajar SMP Nurul Hasan bisa kembali berjalan normal tanpa ada intimidasi maupun keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Yayasan Nurul Hasan Halmahera Selatan mengungkapkan bahwa pihak yayasan telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Halmahera Selatan sekitar satu pekan lalu. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada tindak lanjut yang jelas sehingga memicu aksi protes dari para orang tua siswa.

Masyarakat Desa Talimau kini mendesak Dinas Pendidikan Halmahera Selatan segera turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi, mediasi, dan mencari solusi penggunaan ruang belajar sementara agar hak pendidikan para siswa tetap terpenuhi.

Warga juga meminta Bupati Halmahera Selatan memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini serta memastikan tidak ada peserta didik yang menjadi korban akibat konflik antarlembaga pendidikan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SD Negeri 32 Halmahera Selatan, Munir Nasir, S.Pd., maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai tudingan yang disampaikan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Rahman Mahmud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DIREKTUR PT DIFA MEDIA GROUP SULDIN M SOMADAYO UCAPKAN SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA KE-98, AJAK GENERASI MUDA JADI PEMIMPIN BERINTEGRITAS
Semangat Sumpah Pemuda 2026, Kades Kaputusang Milka Dadana Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan dan Bangun Daerah
Pemuda dan Pemudi Desa Gilalang Gelar Jumat Bersih untuk memperkuat Semangat Gotong Royong, kepedulian lingkungan
SMA NEGERI 7 HALMAHERA SELATAN LANTIK PENGURUS MPK DAN OSIS, SIAP CETAK PEMIMPIN MUDA BERKARAKTER
BIM-MALUT DESAK KEJATI MALUT PERCEPAT KASUS HIBAH UNSAN BACAN, PERIKSA HASAN ALI BASSAM KASUBA DAN USUT SELURUH PIHAK TERKAIT!
KAYA AKAN SUMBER DAYA ALAM, TETAPI MASYARAKAT MASIH RENTAN: ADA APA DENGAN HALMAHERA SELATAN?
Kabut Tebal dan Debu Jadi Perhatian, SMPN 29 Halsel Bagikan Masker kepada Siswa
Dinyatakan Melanggar AD/ART, Penetapan Ketua IKB-MAKAYOA Halsel Dipertanyakan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:00 WIT

DIREKTUR PT DIFA MEDIA GROUP SULDIN M SOMADAYO UCAPKAN SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA KE-98, AJAK GENERASI MUDA JADI PEMIMPIN BERINTEGRITAS

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:10 WIT

Semangat Sumpah Pemuda 2026, Kades Kaputusang Milka Dadana Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan dan Bangun Daerah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:57 WIT

Pemuda dan Pemudi Desa Gilalang Gelar Jumat Bersih untuk memperkuat Semangat Gotong Royong, kepedulian lingkungan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:27 WIT

SMA NEGERI 7 HALMAHERA SELATAN LANTIK PENGURUS MPK DAN OSIS, SIAP CETAK PEMIMPIN MUDA BERKARAKTER

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:38 WIT

KAYA AKAN SUMBER DAYA ALAM, TETAPI MASYARAKAT MASIH RENTAN: ADA APA DENGAN HALMAHERA SELATAN?

Berita Terbaru