KRISIS PELAYANAN KESEHATAN DI RS PRATAMA BISUI: WARGA DESAK PEMDA BERTINDAK TEGAS

- Penulis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, 21 Maret 2026 — Masyarakat Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, kembali meluapkan kekecewaan mendalam terhadap buruknya pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Pratama (RS Pratama) Bisui. Kondisi ini dinilai sudah berada pada tahap darurat dan membahayakan keselamatan warga.
Keluhan warga bukan tanpa alasan.

Mereka menyoroti tindakan medis yang dianggap tidak efektif, pelayanan yang lambat, hingga minimnya fasilitas dasar seperti ketersediaan oksigen yang seharusnya menjadi kebutuhan utama dalam penanganan pasien kritis.

“Saya dan banyak warga sudah tidak tahan lagi. Kalau sakit parah, kami terpaksa ke Labuha bahkan keluar pulau. Di sini, pelayanan seperti tidak serius. Oksigen saja tidak tersedia. Ini sangat memprihatinkan,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

RS Pratama Bisui yang terletak di Jalan Poros Bisui selama beberapa tahun terakhir memang kerap menjadi sorotan. Namun, kondisi terbaru disebut lebih mengkhawatirkan. Warga menilai, rumah sakit yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan justru tidak mampu memenuhi standar dasar.

Kekurangan fasilitas medis menjadi persoalan utama. Pasien dengan gangguan pernapasan sering kali tidak mendapat penanganan maksimal akibat ketiadaan tabung oksigen. Selain itu, proses pelayanan dinilai berbelit, tenaga medis kurang responsif, serta tidak selalu tersedia dokter saat dibutuhkan.

Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga menyangkut profesionalisme dan tanggung jawab tenaga kesehatan.

“Kami minta pemerintah daerah tegas. Jangan hanya sosialisasi tanpa tindakan nyata. Pengawasan harus diperketat. Ini menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.

Masalah di RS Pratama Bisui sebenarnya telah berulang kali dilaporkan. Pada tahun 2024 hingga 2025, berbagai temuan mencuat, mulai dari keterbatasan alat medis, kondisi bangunan yang tidak terawat, hingga dugaan rendahnya disiplin petugas.

Baca Juga:  Rapat Pengesahan Nilai MA Alkhairaat Labuha Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025–2026

Ironisnya, meskipun telah dilakukan beberapa kali monitoring oleh pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, warga menilai belum ada perubahan signifikan. Transparansi penggunaan anggaran pun menjadi sorotan, karena dianggap tidak jelas dan tidak berdampak langsung pada peningkatan layanan.

Direktur RS Pratama Bisui, dr. Elisabeth Bernadate, sebelumnya menyebut keterbatasan anggaran sebagai kendala utama. Namun, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya diterima masyarakat. Warga menilai, masalah utama bukan hanya dana, tetapi juga manajemen dan komitmen dalam memberikan pelayanan yang layak.

Sebagai bentuk keseriusan, Kepala Desa Bisui bersama tokoh masyarakat berencana menggelar audiensi langsung dengan Bupati Halmahera Selatan dalam waktu dekat. Mereka berharap ada langkah konkret, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap manajemen rumah sakit.

“Kalau tidak ada tindakan tegas, ini sama saja membiarkan masyarakat dalam risiko. Rumah sakit seharusnya menyelamatkan, bukan justru membahayakan,” ujar salah satu warga.

Kasus ini kembali menjadi cerminan masih lemahnya akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan solusi nyata demi memastikan setiap warga mendapatkan hak dasar atas layanan kesehatan yang aman, layak, dan manusiawi.

Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa M 7,6 Guncang Tenggara Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Malut dan Sulut
Jembatan untuk Warga Sayoang: Upaya Membuka Akses dan Harapan di Halmahera Selatan
IKATAN MAHASISWA KASIRUTA TIMUR
Kades Bisui Dibatasi Kelola Dana Desa, Teken Surat Pernyataan Siap Mundur Jika Langgar Kesepakatan
Warga Desa Kasiruta Dalam Gotong Royong Angkat Tiang Listrik PLN, Dipimpin Langsung Kepala Desa
Kompak dan Peduli: Masyarakat Desa Kasiruta dalam Bantu Pendirian Infrastruktur Listrik PLN
Kabar Duka dari Polres Halsel: Kasat Intelkam AKP Djamailullail Mustafa Tutup Usia Saat Bertugas
Direktur Rumah Sakit Bisui Diduga Memelihara Anjing di Lingkungan RS, Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Diminta Lebih Tegas Sosialisasikan Kebersihan
Berita ini 218 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 23:27 WIT

Gempa M 7,6 Guncang Tenggara Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Malut dan Sulut

Rabu, 1 April 2026 - 14:04 WIT

Jembatan untuk Warga Sayoang: Upaya Membuka Akses dan Harapan di Halmahera Selatan

Rabu, 1 April 2026 - 03:15 WIT

IKATAN MAHASISWA KASIRUTA TIMUR

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:57 WIT

Kades Bisui Dibatasi Kelola Dana Desa, Teken Surat Pernyataan Siap Mundur Jika Langgar Kesepakatan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 07:53 WIT

Kompak dan Peduli: Masyarakat Desa Kasiruta dalam Bantu Pendirian Infrastruktur Listrik PLN

Berita Terbaru

FootBall & Sport

Italia Terpuruk: Tersingkir Lagi, Krisis Azzurri Kian Nyata

Rabu, 1 Apr 2026 - 13:15 WIT

Halmahera Selatan

IKATAN MAHASISWA KASIRUTA TIMUR

Rabu, 1 Apr 2026 - 03:15 WIT