Juara 1 JSO IPA Terancam Gagal ke Nasional, GPM Halmahera Selatan Desak Pemda Bantu Najlah Majida Djafar

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHA, HALMAHERA SELATAN – Kisah pilu kembali menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Halmahera Selatan. Seorang siswi berprestasi asal SMP Negeri 1 HALSEL, Najlah Majida Djafar, terancam gagal mengikuti ajang Junior Science Olympiad (JSO) Tingkat Nasional yang akan digelar di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, akibat keterbatasan biaya keberangkatan.

Najlah yang berhasil meraih Juara 1 JSO bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) seharusnya menjadi salah satu wakil yang membawa nama baik Halmahera Selatan di tingkat nasional. Namun impian tersebut kini berada di ujung tanduk karena keluarganya tidak memiliki kemampuan finansial untuk membiayai perjalanan dan kebutuhan selama mengikuti kompetisi.

Kondisi ini mendapat sorotan dari Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Halmahera Selatan. Ketua GPM Halsel, Harmain Rusli, SH, menilai pemerintah daerah perlu memberikan perhatian serius terhadap peserta didik berprestasi, terutama mereka yang menghadapi kendala ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah daerah harus lebih peka terhadap dunia pendidikan. Adik Najlah adalah siswa berprestasi yang telah mengharumkan nama Halmahera Selatan. Sangat disayangkan jika prestasi sebesar ini terhambat hanya karena persoalan biaya,” tegas Harmain kepada media, Selasa (23/6/2026).

Menurut Harmain, kebijakan yang hanya menanggung biaya peserta peraih medali emas sementara peserta peraih medali perak harus membiayai sendiri keberangkatan mereka perlu dievaluasi. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta yang berhasil lolos hingga tingkat nasional merupakan aset daerah yang layak mendapatkan dukungan.

“Baik medali emas maupun medali perak, keduanya adalah prestasi yang membanggakan. Jangan ada perlakuan yang membeda-bedakan. Mereka semua telah berjuang membawa nama daerah dan seharusnya mendapat perhatian yang sama,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan dampak yang akan terjadi jika Najlah benar-benar gagal berangkat ke Bogor. Sebagai Juara 1 JSO IPA, ketidakhadirannya dinilai akan meninggalkan kekosongan bagi kontingen Halmahera Selatan pada cabang yang telah berhasil ia menangkan.

“Kalau Najlah tidak berangkat, siapa yang akan mengisi posisi peserta JSO IPA yang telah ia perjuangkan hingga menjadi juara? Ini bukan hanya soal satu siswa, tetapi juga menyangkut nama baik dan representasi Halmahera Selatan di tingkat nasional,” tambah Harmain.

GPM Halsel pun secara terbuka meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Dinas Pendidikan, serta pihak-pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret agar Najlah tetap dapat mengikuti kompetisi nasional tersebut.

Baca Juga:  Guru Soroti Transparansi Pengelolaan Dana Sekolah di SD Negeri 241 Halmahera Selatan, Desak Audit dan Evaluasi Kepala Sekolah

Sementara itu, Najlah Majida Djafar mengaku sangat berharap bisa tampil di ajang nasional dan membawa nama daerahnya bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia. Namun keterbatasan ekonomi keluarga menjadi hambatan terbesar yang saat ini dihadapinya.

“Saya ingin membawa nama Halmahera Selatan di tingkat nasional dan memberikan yang terbaik untuk daerah saya. Tetapi orang tua saya tidak sanggup membiayai keberangkatan saya ke IPB Bogor,” ungkap Najlah dengan penuh harap.

Kasus yang menimpa Najlah kini menjadi perhatian masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa prestasi akademik tidak seharusnya terhenti karena persoalan biaya. Di tengah gencarnya kampanye peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan, publik berharap pemerintah hadir memberikan solusi nyata bagi siswa-siswi berprestasi yang membutuhkan dukungan.

Perjuangan Najlah menjadi pengingat bahwa di balik setiap medali dan sertifikat penghargaan, terdapat mimpi besar anak daerah yang membutuhkan keberpihakan dan perhatian. Pertanyaannya kini, akankah pemerintah daerah membiarkan Juara 1 JSO IPA Halmahera Selatan gagal tampil di tingkat nasional hanya karena keterbatasan biaya?

TIM/RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koalisi KP2R Hal-Sel Tagih Kepastian Hukum Penambang Rakyat, Pemerintah Diminta Segera Tetapkan WPR dan Terbitkan IPR
Kepsek SDN 84 Halsel Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Warga dengan Kayu dan Bambu, Korban: “Pelaku Sesumbar Tak Akan Ditahan karena Banyak Uang”
Keretakan Manajemen Sekolah di Desa Talimau, Siswa SMP Nurul Hasan Terancam Kehilangan Ruang Belajar, Warga Desak Pemkab Halsel Bertindak
PPDB Tak Kunjung Berjalan, SDN 241 Halsel Jadi Sorotan, Evaluasi Kepala Sekolah Didesak
Ketua GPM Halsel Soroti Dugaan Pengelolaan Dana BOS Afirmasi SDN 241 Halsel, Kepsek Disebut Belum Belanjakan Anggaran Rp42 Juta
Krisis Air Bersih Diduga Lumpuhkan Kehidupan Warga Desa Dowora, Masyarakat Desak Pemkab Halmahera Selatan Segera Bertindak
MATAMUDA 2026 Resmi Digelar, Madrasah Aliyah Alkhairaat Labuha Siapkan Generasi Berakhlak Mulia, Cerdas, Unggul, Madani, dan Moderat
MPLS 2026 TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bacan: Selamat Datang Siswa-Siswi Hebat, Siap Menjadi Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Berakhlak Mulia
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:47 WIT

Koalisi KP2R Hal-Sel Tagih Kepastian Hukum Penambang Rakyat, Pemerintah Diminta Segera Tetapkan WPR dan Terbitkan IPR

Selasa, 28 Juli 2026 - 01:32 WIT

Kepsek SDN 84 Halsel Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Warga dengan Kayu dan Bambu, Korban: “Pelaku Sesumbar Tak Akan Ditahan karena Banyak Uang”

Selasa, 28 Juli 2026 - 01:14 WIT

Keretakan Manajemen Sekolah di Desa Talimau, Siswa SMP Nurul Hasan Terancam Kehilangan Ruang Belajar, Warga Desak Pemkab Halsel Bertindak

Senin, 20 Juli 2026 - 13:56 WIT

PPDB Tak Kunjung Berjalan, SDN 241 Halsel Jadi Sorotan, Evaluasi Kepala Sekolah Didesak

Senin, 20 Juli 2026 - 06:12 WIT

Ketua GPM Halsel Soroti Dugaan Pengelolaan Dana BOS Afirmasi SDN 241 Halsel, Kepsek Disebut Belum Belanjakan Anggaran Rp42 Juta

Berita Terbaru