HALMAHERA SELATAN — Pemerintah Desa Wayaua, Kecamatan Bacan Timur Selatan, mulai mematangkan persiapan menghadapi ajang sepak bola Piala Bupati Cup Halmahera Selatan (Halsel) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Wayaua, Rasid Sabtu, S.Pd., menggelar rapat khusus bersama sejumlah pemuda di Kantor Desa Wayaua. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kekuatan tim sekaligus memastikan proses persiapan berjalan terarah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur pemuda.
Salah satu poin penting yang disepakati dalam rapat yakni pembentukan tim pengurus khusus dari kalangan pemuda. Tim ini nantinya bertugas mengawal serta mengawasi proses seleksi pemain agar berlangsung secara terbuka, adil, objektif, dan berdasarkan kemampuan pemain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wayaua memiliki posisi strategis karena menjadi tuan rumah Kecamatan Bacan Timur Selatan. Kecamatan tersebut menaungi sejumlah desa, di antaranya Tabajaya, Tabangame, Silang, Liaro, Wayakuba, dan Pigaraja.
Status sebagai tuan rumah sekaligus salah satu kekuatan utama kecamatan membuat Wayaua dituntut tidak sekadar menjadi peserta. Tim Wayaua diharapkan mampu menunjukkan permainan terbaik dan membawa nama baik desa serta Kecamatan Bacan Timur Selatan dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Persiapan akan dilakukan secara bertahap. Pada Agustus hingga September, tim Wayaua akan menghadapi persaingan di tingkat Kecamatan Bacan Timur Selatan. Jika mampu menjadi juara atau memperoleh tiket kelolosan, Wayaua akan membawa nama Kecamatan Bacan Timur Selatan ke kompetisi tingkat Kabupaten Halmahera Selatan pada Oktober.
Dari sisi teknis, Pelatih Wayaua Marahai sekaligus mantan pemain Persihalsel, Risman Taher, memastikan pihaknya akan segera melakukan pendataan terhadap pemain-pemain potensial.
Pendataan tersebut akan dilanjutkan dengan penentuan jadwal seleksi dan program latihan resmi. Menurut Risman, langkah tersebut penting untuk mengetahui komposisi dan kekuatan terbaik yang dimiliki Wayaua sebelum memasuki fase persaingan.
Ia optimistis, apabila proses seleksi dilakukan secara serius dan latihan berjalan konsisten, Wayaua mampu membangun tim yang kompetitif sejak tingkat kecamatan hingga berpeluang tampil di level kabupaten.
Pj Kepala Desa Wayaua, Rasid Sabtu, menegaskan bahwa pemerintah desa memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan positif yang digerakkan oleh generasi muda.
Dukungan tersebut tidak hanya berupa dorongan moral, tetapi juga pendampingan dan fasilitas yang diperlukan sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, olahraga harus menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat, membangun kedisiplinan, mempererat persaudaraan, sekaligus menghindarkan generasi muda dari berbagai kegiatan negatif.
“Kita ingin anak-anak muda Wayaua bersatu. Bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi bagaimana kebersamaan dan semangat sportifitas dapat membawa nama baik Desa Wayaua dan Kecamatan Bacan Timur Selatan,” menjadi semangat yang dikedepankan dalam persiapan tersebut.
Semangat kebersamaan kini menjadi modal utama Wayaua. Pemerintah desa, pemuda, pengurus, pelatih, dan para pemain diharapkan dapat berjalan dalam satu arah untuk membentuk tim yang solid.
Rasid Sabtu berharap seluruh elemen pemuda dapat mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan bersama demi membawa harum nama Wayaua.
Dengan persiapan yang lebih awal, proses seleksi yang transparan, serta dukungan pemerintah desa dan masyarakat, Wayaua menargetkan tampil maksimal di Piala Bupati Cup Halsel 2026 dan membuka peluang melangkah lebih jauh hingga tingkat kabupaten.
Penulis: Rahman Mahmud









