BACAN TIMUR SELATAN – Tim Bacan Timur Selatan (BTS) FC belum melakukan persiapan maksimal dalam menghadapi ajang Piala Bupati Cup V Halmahera Selatan (Halsel) 2026 yang dijadwalkan berlangsung bulan depan (Oktober mendatang). Meskipun para kepala desa (kades) se-Kecamatan Bacan Timur Selatan, mulai dari Desa Wayaua, Tabajaya, Tabangame, Silang, Liaro, Wayakuba, dan Pigaraja telah sepakat mengalokasikan dana partisipasi sebesar Rp 10 juta per desa, hingga melewati batas waktu kesepakatan pada 15 September 2026, belum ada kejelasan maupun realisasi dari anggaran tersebut.
Keterlambatan ini berdampak langsung pada operasional tim di lapangan:
Seleksi Terhambat: Para pelatih (coach) mengeluhkan proses latihan para pemain dari hasil seleksi tingkat desa yang belum berjalan sampai saat ini karena belum adanya dana operasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fasilitas Belum Siap: Kebutuhan tim seperti perlengkapan latihan, konsumsi, hingga pengadaan jersey belum dapat dipenuhi.
Program Karantina Tertunda: Pemusatan latihan di ibu kota kecamatan (Desa Wayaua) dan karantina pemain di perumahan Kantor Camat Bacan Timur Selatan terpaksa ditunda hingga dana diluncurkan.
Mengingat waktu yang semakin mendesak, pelatih kepala dan asisten pelatih mendesak jajaran kepala desa serta pemerintah kecamatan untuk segera mencarikan solusi agar persiapan Tim BTS FC dapat segera berjalan sebelum kompetisi dimulai.
Dalam keterangannya, Pelatih Kepala Risman Taher menyampaikan keluhannya terkait kondisi tersebut:
“Kami dari jajaran pelatih sangat menyayangkan keterlambatan ini. Pemain-pemain terbaik dari setiap desa sudah kita data dan siap tempur, tapi bagaimana kami mau mulai latihan kalau operasional dasar saja tidak ada? Waktu kita tinggal seminggu dua minggu lagi menjelang Oktober. Latihan di Desa Wayaua dan karantina di perumahan camat harusnya sudah jalan sekarang. Kami tidak bisa membebankan kebutuhan jersey, konsumsi, dan peralatan latihan kepada para pemain. Kasihan mereka yang sudah semangat membawa nama baik kecamatan. Kami mendesak para Kepala Desa dan Pemerintah Kecamatan Bacan Timur Selatan untuk segera memberikan solusi nyata. Jangan sampai nama besar Bacan Timur Selatan tidak berpartisipasi sebelum bertanding hanya karena masalah teknis anggaran.” Ujarnya.
Oleh karena itu, keterlambatan pencairan dana ini sangat mengancam kesiapan teknis para pemain diajang bergengsi tingkat kabupaten tersebut. Jajaran pelatih hanya bisa berharap adanya iktikad baik serta langkah cepat dari para kepala desa dan pemerintah kecamatan untuk segera merealisasikan komitmen anggaran demi kelancaran persiapan Tim BTS FC.
Tim/Red









