Halmahera Selatan – Hampir tiga bulan berlalu sejak Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, berjanji akan segera mengecek kondisi SDN 234 Kakupang di Kecamatan Kasiruta Barat. Namun, hingga kini, belum ada satu pun perbaikan fisik yang terlihat di sekolah tersebut. Dua ruang kelas yang rusak parah membuat para siswa terpaksa belajar dengan cara berdesakan dan menggabungkan beberapa kelas sekaligus.
Kondisi ini memicu kemarahan publik, salah satunya datang dari Sekretaris Jenderal Barisan Intelektual Muda Maluku Utara (BIM-MALUT), Riswan Wadi. Ia melontarkan kritik keras dan menyebut sikap pemerintah daerah sudah pantas dicap sebagai “Pang Bafoya” atau tukang bohong.
Istilah ini disematkan kepada Bupati karena ucapan sang kepala daerah—yang sempat merespons dengan kalimat “Baik, saya kroscek segera” pada 29 Juni 2026 lalu—hanyalah ucapan kosong tanpa ada wujud nyata di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Janji Tinggal Janji: Sudah hampir tiga bulan sejak instruksi pengecekan dilontarkan, tetapi masyarakat tidak pernah tahu hasil pengecekan tersebut maupun kapan perbaikan akan dimulai.
Hak Belajar Anak Terganggu: Kerusakan dua ruang kelas memaksa pihak sekolah menggabungkan proses belajar mengajar. Situasi ini dinilai membahayakan dan tidak layak bagi kenyamanan siswa.
Pemerintah Jangan Hanya Fokus di Kota: BIM-MALUT mengingatkan bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan hingga ke wilayah pelosok dan kepulauan, bukan hanya di pusat kabupaten.
BIM-MALUT mendesak Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba untuk berhenti menebar janji dan segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta transparansi serta aksi nyata perbaikan gedung SDN 234 Kakupang agar anak-anak bisa kembali belajar dengan aman dan layak.









