IAIN Ternate Kukuhkan 523 Wisudawan, Lima Lulusan Terbaik Raih Predikat Tertinggi

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 06:35 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate resmi mengukuhkan 523 wisudawan dan wisudawati sebagai lulusan program sarjana dan pascasarjana tahun 2026. Prosesi wisuda tersebut dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate dan dipusatkan di Auditorium IAIN Ternate, Ahad (6/9/2026).

Pengukuhan para lulusan tersebut berdasarkan SK Rektor IAIN Ternate Nomor 307 Tahun 2026 tentang Nama-Nama Wisudawan dan Wisudawati Sarjana dan Pascasarjana pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta Program Pascasarjana tahun akademik 2026.

Dari total 523 lulusan, 209 orang berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), 148 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), 76 orang dari Fakultas Syariah, 52 orang dari Program Pascasarjana, serta 38 orang dari Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di antara ratusan lulusan tersebut, lima wisudawan dan wisudawati ditetapkan sebagai lulusan terbaik dari masing-masing fakultas dan program.

Mereka adalah Nurmala Sinen dari Program Pascasarjana dengan IPK 3,87, Arif Aries dari FTIK dengan IPK 3,98, Khalishah Dayana Rochmat dari Fakultas Syariah dengan IPK 3,91, Surahman Rusli dari FUAD dengan IPK 3,93, serta Nurul Azzahra Abdul dari FEBI dengan IPK 3,97.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Ternate Dr. Adnan Mahmud menyampaikan bahwa momentum wisuda tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan perjalanan panjang IAIN Ternate yang telah memasuki usia 60 tahun.

Ia mengatakan, tepat pada 31 Agustus 2026, IAIN Ternate genap berusia enam dekade. Sejarah tersebut bermula pada 1966, ketika sejumlah tokoh di Ternate memiliki gagasan untuk mendirikan perguruan tinggi Islam sebagai jawaban atas keterbatasan tenaga pendidik dan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan agama Islam.

Menurut Adnan, keberadaan perguruan tinggi agama Islam saat itu menjadi kebutuhan penting untuk menjawab persoalan kelangkaan guru-guru agama yang mampu mengajarkan dan menyebarluaskan ajaran Islam kepada masyarakat.

Tanpa mengurangi rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh tokoh yang berperan dalam proses perintisan, Rektor menyebut sejumlah nama yang memiliki jasa dalam sejarah awal berdirinya lembaga tersebut, di antaranya Menteri Agama RI Prof.

KH. Saifuddin Zuhri, Busoiri, Komandan Kodim Maluku Utara Letkol Suwignyo, Bupati KDH Tingkat II Maluku Utara M.S. Jahir, Drs. Jasin Muhammad, Baharuddin Lopa, SH, M. Adnan Amal, SH, serta Drs. Husen Alhadar.

Dari perjuangan para tokoh tersebut, kata Adnan, lahirlah institusi yang kemudian berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam di Maluku Utara.

Perjalanan kelembagaan itu dimulai dari Fakultas Tarbiyah Filial Alauddin Ujungpandang di Ternate pada 1966, kemudian berubah menjadi STAIN Ternate pada 1997, dan selanjutnya beralih status menjadi IAIN Ternate pada 2013 hingga saat ini.

_“Pilar dan pusat peradaban yang lahir dari visi, pemikiran dan peluh para pendiri enam puluh tahun silam, kini menjadi sebuah tradisi, yakni sesuatu yang kita warisi dan akan kita wariskan kepada generasi-generasi berikutnya,” ujar Adnan._

Dalam pidatonya, Adnan juga mengangkat pemikiran antropolog Robert Redfield mengenai konsep “tradisi besar” dan “tradisi kecil”.

Menurutnya, IAIN Ternate sebagai lembaga pendidikan tinggi merupakan bagian dari tradisi besar, yakni pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan ilmu-ilmu keislaman yang dikembangkan melalui kajian akademik dan penelitian.

Sementara tradisi kecil hidup dalam keseharian masyarakat di pulau, desa, maupun kota melalui pengetahuan, praktik budaya, sistem kepercayaan dan kehidupan keagamaan masyarakat.

Kedua tradisi tersebut, kata Adnan, tidak berdiri sendiri. Keduanya saling bergantung dan memengaruhi. Karena itu, IAIN Ternate dituntut mampu menjadi jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan di lingkungan akademik dengan realitas kehidupan masyarakat.

_“Bagaimana keduanya saling bergantung dan saling mempengaruhi? Apa yang dapat dilakukan IAIN Ternate untuk menjembatani dirinya sebagai tradisi besar dengan tradisi kecil yang hidup di dalam masyarakat pulau, desa dan kota?” katanya._

Untuk menjawab tantangan tersebut, IAIN Ternate mengusung visi menjadi perguruan tinggi Islam yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat Islam kepulauan yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul.

Baca Juga:  Pelaku Usaha Rental Mobil Keluhkan Larangan Pengantaran Kendaraan di Bandara Sultan Babullah

Visi tersebut, lanjut Adnan, memberikan ruang bagi IAIN Ternate untuk terus melakukan dialog reflektif, menghasilkan penemuan ilmiah melalui penelitian, menyumbangkan pengetahuan baru dalam pendidikan dan pengajaran, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai disiplin ilmu sosial-humaniora, ilmu-ilmu keislaman, maupun ilmu kealaman dalam sebuah gerakan yang terintegrasi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Di usia yang telah mencapai enam dekade, Adnan menyebut IAIN Ternate masih memiliki empat fakultas dan satu program pascasarjana, yakni FTIK, Fakultas Syariah, FUAD, serta FEBI.

Karena itu, menurutnya, diperlukan pengembangan kelembagaan yang lebih jauh. Salah satu langkah strategis yang terus didorong adalah alih bentuk IAIN Ternate menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Baabullah Ternate.

Menurut Adnan, pengembangan kelembagaan menjadi penting agar IAIN Ternate memiliki ruang yang lebih luas bagi pengembangan berbagai bidang ilmu pengetahuan.

_“Prasyarat yang harus dipenuhi untuk wujudnya kondisi tersebut adalah pengembangan kelembagaan dari Institut sehingga tercipta ruang bagi kehadiran bidang-bidang ilmu pengetahuan yang disyaratkan. Dengan cara itu, dan hanya dengan cara itu, tradisi yang kita warisi hari ini dapat dikembangkan secara kuantitatif dan kualitatif, yang akan kita wariskan untuk generasi-generasi berikutnya,” tuturnya._

Sementara itu, perayaan Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate tahun ini mengusung tema “Berkhidmat kepada Kebajikan.”

Adnan menjelaskan, tema tersebut menjadi penegasan bahwa integrasi antara iman, riset, kepedulian terhadap lingkungan dan alam semesta harus sepenuhnya diarahkan untuk menghadirkan kemaslahatan serta kedamaian bagi masyarakat.

Ia juga berpesan kepada seluruh civitas akademika dan alumni IAIN Ternate agar terus berkontribusi bagi kemaslahatan umat dan bangsa.

Khusus kepada para wisudawan, Adnan mengingatkan bahwa gelar akademik yang diperoleh bukan hanya menjadi simbol keberhasilan pendidikan, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

_“Kepada para wisudawan, hari ini kita merayakan capaian akademik saudara-saudara sebagai Sarjana dan Pascasarjana. Sejak saat ini, saudara-saudara memikul tanggung jawab yang melekat dalam gelar akademik yang telah dipilih. Rektor dan sivitas akademika IAIN Ternate menyampaikan selamat dan sukses selalu menyertai Anda semua,” ucapnya._

Prosesi wisuda dan Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Timur, Kepala Kanwil Kementerian Agama Maluku Utara Amar Manaf, serta sejumlah stakeholder lainnya.

Sebelumnya, Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar dijadwalkan menghadiri langsung kegiatan tersebut.

Namun, kehadirannya batal setelah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau yang menghasilkan abu vulkanik dan berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Akibat kondisi tersebut, penerbangan yang ditumpangi Menteri Agama menuju Ternate akhirnya dibatalkan.

Meski demikian, ketidakhadiran Menteri Agama tidak mengurangi kemeriahan momentum enam dekade perjalanan IAIN Ternate.

Wisuda ke-60 sekaligus Dies Natalis tersebut menjadi penanda penting perjalanan institusi pendidikan Islam di Maluku Utara dalam melahirkan generasi sarjana dan pascasarjana yang diharapkan mampu melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, agama, dan bangsa.

 

Penulis : RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Loleomekar Desak Bupati dan DPRD Halsel Lanjutkan Jalan Lapen hingga ke Desa
Laporan 57 Kades Masuk Polres Halsel, GPM: Telusuri Dana Desa, Jangan Berhenti di Administrasi
Laga Persahabatan Sepak Bola SMAN 17 vs SMA Alkhairaat Wayaua: Pererat Silaturahmi dan Junjung Sportivitas Pelajar Halmahera Selatan
Rumah Warga Loleojaya Ludes Terbakar, Keluarga Din dan Sarni Kehilangan Tempat Tinggal
Wayaua Bersatu, Matangkan Persiapan Piala Bupati Cup Halsel 2026
Daniel Waraney Tumilantouw Meninggal di Site Kawasi PT HJF (Harita Group), Kuasa Hukum Pertanyakan Tanggung Jawab Perusahaan
LDKS SMAN 7 Halmahera Selatan Siapkan Calon Pemimpin OSIS yang Berkarakter dan Berintegritas
SMK Negeri 1 Halmahera Selatan Meriahkan HUT RI ke-81 dengan 14 Mata Lomba
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:00 WIT

Warga Loleomekar Desak Bupati dan DPRD Halsel Lanjutkan Jalan Lapen hingga ke Desa

Senin, 7 September 2026 - 06:35 WIT

IAIN Ternate Kukuhkan 523 Wisudawan, Lima Lulusan Terbaik Raih Predikat Tertinggi

Kamis, 3 September 2026 - 09:56 WIT

Laporan 57 Kades Masuk Polres Halsel, GPM: Telusuri Dana Desa, Jangan Berhenti di Administrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:39 WIT

Laga Persahabatan Sepak Bola SMAN 17 vs SMA Alkhairaat Wayaua: Pererat Silaturahmi dan Junjung Sportivitas Pelajar Halmahera Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:30 WIT

Rumah Warga Loleojaya Ludes Terbakar, Keluarga Din dan Sarni Kehilangan Tempat Tinggal

Berita Terbaru