Warga Loleomekar Desak Bupati dan DPRD Halsel Lanjutkan Jalan Lapen hingga ke Desa

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 11:00 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA SELATAN — Masyarakat Desa Loleomekar, Kabupaten Halmahera Selatan, meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tidak menghentikan pembangunan jalan Lapen hanya sampai batas desa.

Warga mendesak Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan bersama DPRD agar pembangunan ruas jalan Lapen dari Pelabuhan Desa Loleojaya dapat dilanjutkan hingga masuk ke Desa Loleomekar.

Aspirasi tersebut disampaikan masyarakat pada Rabu, 9 September 2026, setelah warga mengetahui rencana pembangunan jalan Lapen yang disebut hanya akan dikerjakan dari Pelabuhan Desa Loleojaya hingga batas atau perbatasan Desa Loleomekar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi masyarakat Loleomekar, pembangunan yang berhenti di perbatasan dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan warga. Sebab, masyarakat yang berada di dalam desa tetap harus menghadapi keterbatasan akses jalan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami masyarakat Desa Loleomekar meminta kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati dan DPRD Kabupaten Halmahera Selatan agar pembangunan jalan Lapen jangan hanya sampai di perbatasan. Kami meminta agar jalan tersebut segera dilanjutkan sampai ke Desa Loleomekar, karena jalan ini sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk akses pendidikan anak-anak kami,” ungkap warga.

Bagi warga, persoalan jalan bukan sekadar masalah infrastruktur. Kondisi akses jalan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan anak-anak.

Akses transportasi yang terbatas dapat menyulitkan anak-anak ketika harus berangkat dan pulang sekolah. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius masyarakat karena pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus didukung dengan infrastruktur memadai.

Selain pendidikan, jalan yang layak juga dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kesehatan, aktivitas pemerintahan, mobilitas masyarakat serta kegiatan ekonomi.

Masyarakat juga membutuhkan akses yang lebih baik untuk mengangkut hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan pokok. Dengan jalan yang memadai, distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi lebih mudah dan biaya transportasi dapat ditekan.

Baca Juga:  Hilirisasi yang Memakan Nyawa: Kematian Buruh di Anak Perusahaan PT Harita Group dan Sunyinya Negara

Masyarakat Loleomekar menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan jalan Lapen yang telah direncanakan.

Sebaliknya, warga menyambut baik pembangunan tersebut. Namun, mereka meminta agar pemerintah tidak berhenti pada batas administrasi desa dan mempertimbangkan kelanjutan pembangunan hingga benar-benar masuk ke wilayah Desa Loleomekar.

Menurut warga, pembangunan infrastruktur seharusnya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang menjadi tujuan pembangunan.

Jangan sampai jalan dibangun hingga batas desa, sementara masyarakat yang berada di dalam desa masih harus menghadapi persoalan akses yang sama.

Karena itu, warga berharap pemerintah daerah dapat memasukkan kelanjutan ruas jalan menuju Desa Loleomekar dalam perencanaan pembangunan berikutnya, bahkan bila memungkinkan menjadi prioritas pembangunan.

Aspirasi masyarakat Loleomekar kini diarahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan serta DPRD sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah.

Warga berharap pemerintah tidak hanya mendengar aspirasi tersebut, tetapi juga mengambil langkah konkret untuk memastikan kelanjutan pembangunan jalan.

Bagi masyarakat Loleomekar, pemerataan pembangunan bukan hanya soal berapa kilometer jalan yang dibangun, tetapi seberapa besar pembangunan tersebut benar-benar menjangkau dan dirasakan masyarakat.

Jalan yang baik berarti membuka akses menuju sekolah, puskesmas, pusat pemerintahan, pasar dan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Karena itu, warga berharap suara mereka tidak berhenti sebagai aspirasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan pembangunan yang nyata.

Masyarakat Loleomekar kini menunggu keberpihakan pemerintah: apakah jalan Lapen akan berhenti di perbatasan, atau benar-benar dilanjutkan hingga ke desa dan membuka akses yang lebih layak bagi masyarakat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IAIN Ternate Kukuhkan 523 Wisudawan, Lima Lulusan Terbaik Raih Predikat Tertinggi
Laporan 57 Kades Masuk Polres Halsel, GPM: Telusuri Dana Desa, Jangan Berhenti di Administrasi
Laga Persahabatan Sepak Bola SMAN 17 vs SMA Alkhairaat Wayaua: Pererat Silaturahmi dan Junjung Sportivitas Pelajar Halmahera Selatan
Rumah Warga Loleojaya Ludes Terbakar, Keluarga Din dan Sarni Kehilangan Tempat Tinggal
Wayaua Bersatu, Matangkan Persiapan Piala Bupati Cup Halsel 2026
Daniel Waraney Tumilantouw Meninggal di Site Kawasi PT HJF (Harita Group), Kuasa Hukum Pertanyakan Tanggung Jawab Perusahaan
LDKS SMAN 7 Halmahera Selatan Siapkan Calon Pemimpin OSIS yang Berkarakter dan Berintegritas
SMK Negeri 1 Halmahera Selatan Meriahkan HUT RI ke-81 dengan 14 Mata Lomba
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:00 WIT

Warga Loleomekar Desak Bupati dan DPRD Halsel Lanjutkan Jalan Lapen hingga ke Desa

Senin, 7 September 2026 - 06:35 WIT

IAIN Ternate Kukuhkan 523 Wisudawan, Lima Lulusan Terbaik Raih Predikat Tertinggi

Kamis, 3 September 2026 - 09:56 WIT

Laporan 57 Kades Masuk Polres Halsel, GPM: Telusuri Dana Desa, Jangan Berhenti di Administrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:39 WIT

Laga Persahabatan Sepak Bola SMAN 17 vs SMA Alkhairaat Wayaua: Pererat Silaturahmi dan Junjung Sportivitas Pelajar Halmahera Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:30 WIT

Rumah Warga Loleojaya Ludes Terbakar, Keluarga Din dan Sarni Kehilangan Tempat Tinggal

Berita Terbaru