TERNATE– Sebanyak 90 mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) mengikuti kegiatan _Beyond Self Love_ yang mengangkat pentingnya membangun kepercayaan diri, mengelola emosi, serta mengatasi rasa minder atau _insecurity_. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Muhammad Samil Djahir (MSD), Kampus II Unkhair, Sabtu (17/10/2026).
Mengusung tema Glow Up Lahir Batin: Seni Mencintai Diri Tanpa Terjebak Insecurity,” kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya mencintai diri sendiri secara sehat, dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam membangun karakter dan kepercayaan diri.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa mencintai diri sendiri bukan sekadar memperbaiki penampilan fisik, melainkan juga menerima kekurangan, mengenali potensi, mengelola emosi, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiga narasumber dihadirkan untuk memberikan perspektif yang saling melengkapi, mulai dari spiritualitas, pengelolaan emosi, hingga pengembangan kapasitas diri.
Dosen Tetap Unkhair sekaligus Ketua Muslimat NU Kota Ternate, Dr. Bujuna Alhadad, S.Ag., M.Ag., menekankan bahwa spiritualitas merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan diri.
Menurutnya, perubahan diri yang sesungguhnya tidak hanya tercermin dari penampilan luar, tetapi juga dari kebersihan hati, kematangan sikap, dan kedekatan seseorang kepada Allah SWT.
Dengan memperkuat fondasi spiritual, mahasiswa diharapkan tidak mudah merasa rendah diri ketika melihat pencapaian orang lain. Sebaliknya, mereka perlu memahami bahwa setiap individu memiliki proses, kemampuan, dan perjalanan hidup yang berbeda.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai diri seseorang tidak semestinya diukur hanya berdasarkan penampilan, popularitas, maupun keberhasilan yang terlihat di mata orang lain.
Perspektif berikutnya disampaikan Wakil Direktur Yayasan Malut EduSmart, Srikandi Poiyo, S.S., M.M., yang membahas pentingnya mengenali potensi diri dan mengelola emosi negatif.
Alumni Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Babussalam Unkhair tersebut mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam standar kehidupan yang ditampilkan di media sosial.
Menurutnya, kebiasaan membandingkan kehidupan pribadi dengan gambaran kesuksesan orang lain dapat memengaruhi kepercayaan diri dan memunculkan perasaan tidak cukup baik.
Kondisi tersebut perlu disikapi dengan membangun kesadaran terhadap kelebihan dan kekurangan diri, sekaligus menetapkan standar keberhasilan yang lebih realistis.
Mahasiswa juga didorong untuk memahami dan mengelola emosi secara sehat agar tidak mudah terpengaruh oleh penilaian lingkungan maupun ekspektasi sosial yang berlebihan.
Dengan mengenali potensi diri dan memahami emosi yang muncul, mahasiswa diharapkan mampu membangun penerimaan diri yang lebih kuat serta menjalani proses pengembangan diri tanpa harus terus-menerus membandingkan pencapaian dengan orang lain.
Sementara itu, akademisi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unkhair, Noor Fahmi Pramuji, S.IP., M.A., menyampaikan perspektif mengenai pengembangan kapasitas diri dan pentingnya menyalurkan potensi ke dalam kegiatan produktif.
Akademisi yang aktif membimbing mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan pemberdayaan masyarakat tersebut mendorong mahasiswa agar tidak berhenti pada upaya mengenali diri, tetapi juga berani mengambil langkah nyata untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Pengalamannya menempuh program beasiswa di Bursa Uludağ Üniversitesi, Turki, menjadi salah satu bekal dalam mendorong mahasiswa untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan potensi diri tidak hanya bermanfaat bagi pertumbuhan pribadi, tetapi juga dapat menjadi bentuk rasa syukur atas kemampuan dan kesempatan yang dimiliki.
Melalui kegiatan produktif dan kontribusi nyata bagi lingkungan, mahasiswa dapat membangun kepercayaan diri sekaligus menemukan makna yang lebih luas dalam perjalanan hidupnya.
Dengan demikian, mencintai diri sendiri tidak berhenti pada penerimaan terhadap keadaan pribadi, tetapi juga diwujudkan melalui kemauan untuk bertumbuh, memperbaiki kualitas diri, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Melalui kegiatan _Beyond Self Love_, Masjid MSD Kampus II Unkhair mendorong mahasiswa untuk membangun pola pikir positif, mengenali potensi diri, serta menyeimbangkan pertumbuhan lahir dan batin.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan doa bersama. Sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam pemahaman sekaligus merefleksikan materi yang telah disampaikan para narasumber.
Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun dalam pergaulan sosial.
Pada akhirnya, _Beyond Self Love_ menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki nilai, potensi, dan kesempatan untuk berkembang. Kepercayaan diri tidak harus dibangun dengan menjadi seperti orang lain, melainkan melalui keberanian menerima diri, memperbaiki kekurangan, mengembangkan kemampuan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai spiritual.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa Unkhair diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan percaya diri, serta mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa mudah terjebak dalam rasa minder maupun tekanan untuk selalu memenuhi standar orang lain.









