Program Dana Desa Rp300 Juta Belum Tuntas, PLN Ancam Cabut Meteran Listrik Warga Jojame

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan– Warga Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, terancam pencabutan meteran listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) cabang Bacan, Ancaman tersebut dipicu oleh belum diselesaikannya kewajiban pembayaran pemasangan meteran listrik yang menjadi tanggung jawab pemerintah desa.

Pemasangan meteran listrik di Desa Jojame diketahui merupakan bagian dari program pemerintah desa pada tahun 2023 yang bersumber dari Dana Desa. Program tersebut mencakup pemasangan meteran listrik pada sejumlah rumah warga. Namun hingga saat ini, kewajiban pembayaran kepada pihak PLN belum diselesaikan sepenuhnya.

Pihak PLN menyampaikan kepada warga bahwa pencabutan meteran listrik yang telah terpasang dapat dilakukan apabila pembayaran tidak segera dilunasi. PLN menegaskan bahwa pemasangan meteran tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah desa, bukan berdasarkan permohonan individu dari masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang warga Desa Jojame saat ditemui awak media ini pada Selasa (3/2), membenarkan adanya rencana pencabutan meteran listrik tersebut. Ia mengatakan, masyarakat merasa dirugikan karena tidak mengetahui adanya persoalan administrasi dan pembayaran antara pemerintah desa dan PLN.

“Pemasangan meteran itu suda dianggarkan lewat dana desa dengan pagu anggaran 300 juta lebih pada tahun anggaran 2023 lalu, itu artinya Ini adalah program pemerintah desa. Kami juga diberitahu bahwa anggarannya sudah tersedia dari Dana Desa,” ujarnya.

Menurut warga, ancaman pencabutan meteran listrik menimbulkan keresahan karena listrik telah digunakan untuk kebutuhan dasar rumah tangga, termasuk penerangan, pendidikan anak, dan aktivitas ekonomi warga. Mereka berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan tanpa harus berdampak langsung kepada masyarakat.

Baca Juga:  Penutupan Penyusunan Soal Ujian Sekolah Kabupaten Halmahera Selatan oleh MKKS SMA Tahun Pelajaran 2025/2026

Warga menilai bahwa tanggung jawab pembayaran sepenuhnya berada pada pemerintah desa sebagai pelaksana program. Mereka meminta agar pemerintah desa segera berkoordinasi dengan PLN untuk menyelesaikan kewajiban yang ada.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Jojame belum memberikan keterangan resmi terkait tunggakan pembayaran pemasangan meteran listrik tersebut. Sementara itu, masyarakat berharap adanya perhatian dan langkah penyelesaian dari pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten agar pelayanan listrik di Desa Jojame tidak terganggu.

Tim/red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koalisi KP2R Hal-Sel Tagih Kepastian Hukum Penambang Rakyat, Pemerintah Diminta Segera Tetapkan WPR dan Terbitkan IPR
Kepsek SDN 84 Halsel Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Warga dengan Kayu dan Bambu, Korban: “Pelaku Sesumbar Tak Akan Ditahan karena Banyak Uang”
Keretakan Manajemen Sekolah di Desa Talimau, Siswa SMP Nurul Hasan Terancam Kehilangan Ruang Belajar, Warga Desak Pemkab Halsel Bertindak
PPDB Tak Kunjung Berjalan, SDN 241 Halsel Jadi Sorotan, Evaluasi Kepala Sekolah Didesak
Ketua GPM Halsel Soroti Dugaan Pengelolaan Dana BOS Afirmasi SDN 241 Halsel, Kepsek Disebut Belum Belanjakan Anggaran Rp42 Juta
Krisis Air Bersih Diduga Lumpuhkan Kehidupan Warga Desa Dowora, Masyarakat Desak Pemkab Halmahera Selatan Segera Bertindak
MATAMUDA 2026 Resmi Digelar, Madrasah Aliyah Alkhairaat Labuha Siapkan Generasi Berakhlak Mulia, Cerdas, Unggul, Madani, dan Moderat
MPLS 2026 TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bacan: Selamat Datang Siswa-Siswi Hebat, Siap Menjadi Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Berakhlak Mulia
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:47 WIT

Koalisi KP2R Hal-Sel Tagih Kepastian Hukum Penambang Rakyat, Pemerintah Diminta Segera Tetapkan WPR dan Terbitkan IPR

Selasa, 28 Juli 2026 - 01:32 WIT

Kepsek SDN 84 Halsel Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Warga dengan Kayu dan Bambu, Korban: “Pelaku Sesumbar Tak Akan Ditahan karena Banyak Uang”

Selasa, 28 Juli 2026 - 01:14 WIT

Keretakan Manajemen Sekolah di Desa Talimau, Siswa SMP Nurul Hasan Terancam Kehilangan Ruang Belajar, Warga Desak Pemkab Halsel Bertindak

Senin, 20 Juli 2026 - 13:56 WIT

PPDB Tak Kunjung Berjalan, SDN 241 Halsel Jadi Sorotan, Evaluasi Kepala Sekolah Didesak

Senin, 20 Juli 2026 - 06:12 WIT

Ketua GPM Halsel Soroti Dugaan Pengelolaan Dana BOS Afirmasi SDN 241 Halsel, Kepsek Disebut Belum Belanjakan Anggaran Rp42 Juta

Berita Terbaru