Rakerwil GEKRAFS Malut: Momentum Transformasi Ekonomi Ekstraktif ke Kreatif

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 13:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Maluku Utara (Malut) resmi memantapkan langkah strategis melalui Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) bertajuk “Gema Karya dari Timur”. Agenda yang digelar di Hotel Bela Ternate, Senin 27/4/2026, menjadi momentum penting transformasi potensi alam Malut menjadi komoditas kreatif bernilai tinggi.

Ketua DPW GEKRAFS Malut, Imran Guricci, menegaskan bahwa fokus utama pasca-Rakerwil adalah membangun “Sinergi Karya”. Strategi ini menitikberatkan pada kolaborasi konkret antara pelaku UMKM lokal dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kami sengaja menghadirkan pimpinan BUMN seperti PLN, Telkom, Pos Indonesia, hingga ASDP agar pengurus memiliki insight tajam dalam menyusun program. Kita ingin kolaborasi ini menjadi simbiosis mutualisme,” ujar Imran kepada awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu terobosan yang paling dinanti adalah kerja sama dengan ASDP. Imran menjelaskan, pihak ASDP telah membuka pintu bagi pelaku ekraf untuk memanfaatkan ruang di kapal maupun pelabuhan sebagai etalase produk.

Baca Juga:  Banjir Usai, Luka Membekas

Hadir langsung dalam agenda tersebut, Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian. Ia mengingatkan bahwa saat ini tren ekonomi dunia telah bergeser dari sumber daya ekstraktif menuju sumber daya kreatif. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Ambil contoh pisang. Jika dijual mentah, harganya terbatas. Tapi jika diolah, dikemas, dan dibranding dengan kreativitas, nilai tambahnya berlipat ganda. Inilah yang menciptakan lapangan kerja baru,” tegas Kawendra.

Tak main-main, GEKRAFS Malut telah menyusun kalender internasional. Setelah sukses menembus pasar Rusia, Singapura, dan Hong Kong, kini Cina menjadi target selanjutnya.

Menyadari tantangan inovasi dan keterbatasan alat pada UMKM rumahan, GEKRAFS berkomitmen melakukan edukasi berkelanjutan. Langkah ini diambil agar produk Malut memenuhi standar pasar internasional.

“Pasca Rakerwil, kami akan segera melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai mitra. Ini bukan sekadar seremonial, tapi memastikan program berjalan berkelanjutan demi kesejahteraan pelaku ekraf di Maluku Utara,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKSD UMMU Kelompok 4 Awali Pengabdian dengan Bersihkan Aula Desa dan Survei Lapangan
SMAS Tododara Maitara Resmi Buka Pendaftaran SPMB 2026/2027, Siap Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter
Peran Sosiologi dalam Membaca Masyarakat Modern: Legu Gam dan Identitas Budaya Ternate di Tengah Arus Modernisasi
Flexing di Era Digital: Bentuk Eksistensi dan Pencarian Pengakuan Sosial di Kalangan Anak Muda
Peran Sosiologi dalam Memahami Masyarakat Modern: Fenomena FOMO di Era Digital
Peran Sosiologi dalam Memahami Masyarakat Modern
Isu Penyalahgunaan BBM di SPBUN Dufa-dufa Ternyata Salah Paham, Ini Penjelasan Pengelola
Tabebuya Mekar Serentak, Bacan dan Tidore Disulap Jadi “Negeri Empat Musim” Dadakan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:39 WIT

KKSD UMMU Kelompok 4 Awali Pengabdian dengan Bersihkan Aula Desa dan Survei Lapangan

Senin, 11 Mei 2026 - 03:08 WIT

SMAS Tododara Maitara Resmi Buka Pendaftaran SPMB 2026/2027, Siap Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:34 WIT

Peran Sosiologi dalam Membaca Masyarakat Modern: Legu Gam dan Identitas Budaya Ternate di Tengah Arus Modernisasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:32 WIT

Flexing di Era Digital: Bentuk Eksistensi dan Pencarian Pengakuan Sosial di Kalangan Anak Muda

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:14 WIT

Peran Sosiologi dalam Memahami Masyarakat Modern: Fenomena FOMO di Era Digital

Berita Terbaru

Kepulauan Tidore

KKSD UMMU Kelompok 3 Bahas Program Pengabdian Bersama Pemdes Tului

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:59 WIT

Halmahera Selatan

Kades Ilegal, Dana Desa Tidak Sah: Bom Waktu Korupsi di Depan Mata

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:54 WIT

Kepulauan Sula

Mahasiswa Hukum UMMU Soroti Dugaan Korupsi DD dan ADD Desa Kabau Pantai

Minggu, 17 Mei 2026 - 04:12 WIT