MALUKU UTARA — Fenomena mekarnya bunga tabebuya tengah menjadi perbincangan hangat masyarakat di Pulau Bacan dan Kota Tidore Kepulauan. Dalam beberapa hari terakhir, deretan pohon yang sebelumnya tampak biasa kini berubah drastis menjadi hamparan warna-warni yang memanjakan mata.
Warna pink, kuning, hingga putih bermekaran serentak, menciptakan suasana yang tak biasa di wilayah tropis seperti Maluku Utara. Pemandangan ini bahkan disebut-sebut menyerupai lanskap negeri empat musim, sehingga tak heran jika menarik perhatian warga dari berbagai kalangan.
Antusiasme masyarakat pun terlihat jelas. Banyak warga berbondong-bondong datang untuk sekadar menikmati keindahan alam tersebut, hingga berburu foto dan membuat konten di media sosial. Sejumlah titik yang menjadi lokasi mekarnya tabebuya bahkan mendadak ramai, layaknya destinasi wisata musiman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Kota Tidore Kepulauan, bunga tabebuya terlihat mekar indah di sepanjang ruas jalan kawasan PLTU, tepatnya di Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara. Jalur ini kini dipadati pengunjung yang ingin merasakan langsung suasana unik sekaligus mengabadikan momen yang jarang terjadi tersebut.

Sementara itu, di Pulau Bacan, pesona tabebuya dapat dinikmati di area GOR GBK Halmahera Selatan, Labuha. Kawasan ini menjadi salah satu titik favorit warga, dengan deretan pohon tabebuya yang tumbuh rapi di sekitar area olahraga, menciptakan nuansa asri dan fotogenik.
Fenomena mekarnya tabebuya sendiri umumnya dipengaruhi oleh perubahan musim dan kondisi cuaca tertentu. Meski bukan tanaman asli Indonesia, kehadiran tabebuya di sejumlah daerah kerap memberikan daya tarik tersendiri saat musim berbunga tiba.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan saat mengunjungi lokasi-lokasi tersebut, agar keindahan alam ini tetap terjaga dan dapat dinikmati bersama.
Dengan pesonanya yang memikat, mekarnya bunga tabebuya di Bacan dan Tidore bukan hanya menghadirkan keindahan sesaat, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan warga serta peluang untuk memperkenalkan potensi wisata daerah ke khalayak yang lebih luas.
Tim/red









