Duka di Kolombia, Gempa Magnitudo 7,4 Renggut 111 Nyawa

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOTÁ, KOLOMBIA — Duka mendalam menyelimuti Kolombia setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat negara itu pada Senin (10/8/2026). Sedikitnya 111 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Gempa berpusat di sekitar San José del Palmar, wilayah Chocó, sekitar 400 kilometer sebelah barat Bogotá. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Cali, Pereira, Quibdó dan Manizales.

Kerusakan dilaporkan terjadi pada bangunan, fasilitas umum serta sejumlah infrastruktur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan sementara menyebut lebih dari 1.600 bangunan mengalami kerusakan, dengan sedikitnya 61 bangunan roboh total. Kondisi di sejumlah wilayah masih sulit dipastikan karena gangguan komunikasi dan medan yang berat.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyatakan pemerintah mengerahkan seluruh kemampuan negara untuk menangani bencana tersebut. Pemerintah menetapkan keadaan darurat guna mempercepat mobilisasi sumber daya, bantuan dan operasi penyelamatan.

Dalam keterangannya, Presiden menegaskan bahwa keselamatan warga dan pencarian korban menjadi prioritas utama pemerintah.

Pernyataan Presiden tersebut disampaikan ketika tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah titik yang terdampak parah. Warga yang kehilangan tempat tinggal juga mulai membutuhkan bantuan darurat berupa makanan, air bersih, obat-obatan dan tempat pengungsian.

Baca Juga:  Italia Terpuruk: Tersingkir Lagi, Krisis Azzurri Kian Nyata

Di sejumlah lokasi, suara alat berat dan aktivitas tim penyelamat terus terdengar. Petugas bersama warga berusaha membuka akses menuju bangunan yang roboh dan mencari kemungkinan adanya korban yang masih hidup di bawah reruntuhan.

Situasi semakin sulit karena beberapa wilayah terdampak berada di daerah terpencil. Gangguan komunikasi juga membuat proses pendataan korban dan kerusakan belum sepenuhnya selesai.

Gempa ini disebut sebagai salah satu, bahkan yang terkuat, yang pernah mengguncang Kolombia pada abad ke-21. Besarnya kerusakan membuat operasi pencarian dan penyelamatan diperkirakan masih akan berlangsung.

Hingga laporan ini disusun, jumlah korban masih terus diperbarui. Laporan awal menyebut sedikitnya 111 orang meninggal dunia, namun perkembangan terbaru menunjukkan angka korban dapat berubah seiring proses evakuasi dan pendataan di lapangan.

Kolombia kini menghadapi masa tanggap darurat. Pemerintah, aparat keamanan, tenaga medis, relawan dan masyarakat bahu-membahu menyelamatkan korban serta membantu ribuan warga yang terdampak bencana.

Di tengah reruntuhan dan kepanikan, harapan masih bertumpu pada operasi pencarian yang terus dilakukan untuk menemukan warga yang mungkin masih bertahan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WALHI dan Warga Kawasi Gugat Predikat “Hijau” PT Harita Nickel
Italia Terpuruk: Tersingkir Lagi, Krisis Azzurri Kian Nyata
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:41 WIT

Duka di Kolombia, Gempa Magnitudo 7,4 Renggut 111 Nyawa

Senin, 25 Mei 2026 - 06:51 WIT

WALHI dan Warga Kawasi Gugat Predikat “Hijau” PT Harita Nickel

Rabu, 1 April 2026 - 13:15 WIT

Italia Terpuruk: Tersingkir Lagi, Krisis Azzurri Kian Nyata

Berita Terbaru