Halmahera Selatan,Trendhalsel.com__Maluku Utara – Masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan kembali dikejutkan oleh kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Kali ini, korban adalah seorang siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri 211 di Desa Tabalema, Kecamatan Mandioli Selatan. Pelaku diduga adalah ayah tiri korban sendiri, yang kini kabur menghindari kejaran keluarga.
Kejadian tragis ini terungkap pada Sabtu (13/12), ketika warga dan guru sekolah memperhatikan perubahan fisik pada korban berinisial LR (14 tahun), siswi kelas 6 SD. Rasa curiga tersebut memicu pemeriksaan di Polindes setempat, di mana tes urine (tespek) menunjukkan hasil positif hamil. Usia kandungan korban saat ini sudah mencapai 18 minggu, menambah pilu nasib gadis belia ini.
Pelaku, berinisial FA (32 tahun), adalah ayah tiri dari LR. Menurut keterangan keluarga, perbuatan bejat ini telah dilakukan berulang kali. Bibi korban, yang menjadi sumber informasi utama, menceritakan bahwa LR sering dilecehkan pada malam hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban tidur di ruang tengah, sementara pelaku dan ibunya tidur di kamar. Setelah larut malam, pelaku keluar dan melakukan aksi kejinya,” ujar bibi korban kepada awak media.
Kasus ini pertama kali terbongkar setelah LR menceritakan pengalamannya kepada bibinya. Namun, kondisi psikologis korban yang terguncang membuatnya sulit dimintai keterangan lebih lanjut. Saat ini, LR telah dipindahkan ke Desa Marabose untuk perlindungan dan pemulihan. Sementara itu, pelaku dan istrinya (ibu korban) langsung melarikan diri dari desa setelah hasil tes hamil terungkap.
Hingga kini, keberadaan mereka masih menjadi misteri, dan keluarga korban terus mencari keadilan.
Fenomena pelecehan seksual anak di Halsel bukanlah hal baru. Setiap tahun, wilayah ini kerap diguncang kasus serupa, menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat dan pendidik.
“Ini bukan pertama kalinya, tapi harus menjadi yang terakhir. Kami harap pihak berwenang segera bertindak tegas,” kata seorang warga Desa Tabalema yang enggan disebut namanya.
Pihak kepolisian setempat belum memberikan pernyataan resmi, namun diharapkan penyelidikan segera dilakukan untuk menangkap pelaku dan memberikan dukungan bagi korban.
Kasus ini sekali lagi menyoroti pentingnya perlindungan anak di daerah terpencil, di mana akses pendidikan dan layanan kesehatan masih terbatas.
Bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku, diimbau untuk segera melaporkan ke aparat setempat. Mari bersama-sama lindungi generasi muda dari ancaman kekerasan seksual.
(Sumber: Wawancara dengan keluarga korban dan warga Desa Tabalema)
(Nengo)









