Halmahera Tengah – Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal mengerikan terjadi di jalan lintas provinsi wilayah Desa Lukulamo, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 02:30 WIT (Waktu Indonesia Timur).
Kejadian ini melibatkan satu unit kendaraan dump truck (damtrek) yang diduga hilang kendali saat melintas di jalur yang dikenal berbahaya.
Akibatnya, kendaraan berat tersebut terjun bebas dari ketinggian sekitar 10 meter sebelum akhirnya menimpa salah satu bangunan kos-kosan milik warga setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut informasi awal dari saksi mata dan laporan masyarakat, sopir kendaraan mengalami kehilangan kendali yang diduga disebabkan oleh faktor teknis kendaraan atau kondisi jalan yang licin pada dini hari tersebut. Dump truck yang sedang mengangkut material tersebut langsung ambruk ke bawah tebing dan menghantam atap serta bagian bangunan kos-kosan di bawahnya.
Bangunan kos-kosan yang tertimpa mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian atap dan struktur utama. Beberapa penghuni kos yang sedang beristirahat di dalam bangunan terkejut dan berhasil menyelamatkan diri tepat waktu, namun kerugian material diperkirakan cukup signifikan. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa atau luka-luka berat dari pihak kepolisian atau instansi terkait. Tim evakuasi dan petugas medis langsung dikerahkan ke lokasi untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Petugas Polres Halmahera Tengah bersama Satlantas dan relawan masyarakat segera melakukan pengamanan TKP (Tempat Kejadian Perkara), evakuasi kendaraan, serta penyelidikan awal. Jalur lintas di lokasi kejadian sempat ditutup sementara untuk memperlancar proses evakuasi dan penyelidikan.
Wilayah Gunung Tabalik dan sekitar Desa Lukulamo di Kecamatan Weda Tengah memang dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan berat seperti dump truck yang sering melintas untuk mendukung aktivitas pertambangan nikel di kawasan tersebut.
Tanjakan dan turunan curam, ditambah kondisi jalan yang kadang rusak akibat cuaca, sering menjadi faktor pemicu insiden serupa di masa lalu.
Pihak kepolisian menduga penyebab utama adalah hilang kendali akibat faktor teknis (kemungkinan rem blong) atau kelengahan sopir di tengah kondisi jalan malam hari. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui kronologi pasti serta mengidentifikasi sopir dan pemilik kendaraan.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara di jalur lintas provinsi Maluku Utara, khususnya bagi pengemudi kendaraan berat. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan evaluasi kondisi infrastruktur jalan di kawasan rawan seperti Gunung Tabalik, termasuk pemasangan rambu peringatan yang lebih baik, pembangunan pagar pengaman (guard rail), serta peningkatan kualitas jalan.
Masyarakat setempat juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan dini hari.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah adanya keterangan resmi dari Polres Halmahera Tengah dan pihak berwenang lainnya.
Bung Diman









