“Suara Rakyat Desa Nggele: Melawan Diam atas Persoalan Banjir”

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:18 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Arham La Kudu (Mahasiswa UNKHAIR) 

Di tengah derasnya arus pembangunan yang selalu dibicarakan pemerintah, masyarakat Desa Nggele justru masih hidup dalam kecemasan yang sama setiap kali musim hujan datang. Hujan yang seharusnya menjadi rahmat bagi kehidupan, berubah menjadi ancaman yang terus menghantui rumah-rumah warga, merusak jalan, menggenangi pemukiman, dan melumpuhkan aktivitas masyarakat. Ironisnya, problematika ini bukan terjadi sekali atau dua kali, melainkan terus berulang dari tahun ke tahun tanpa adanya penyelesaian yang benar-benar serius dari pemerintah Desa Nggele maupun pemerintah Kecamatan Taliabu Barat Laut.

Sampai hari ini, masyarakat hanya dipertontonkan janji, wacana, dan sikap saling melempar tanggung jawab. Pemerintah datang ketika situasi sudah viral atau ketika keluhan masyarakat mulai terdengar keras, namun setelah itu semuanya kembali sunyi. Tidak ada langkah konkret yang mampu menjawab keresahan warga secara menyeluruh. Drainase tetap buruk, saluran air tidak diperbaiki dengan maksimal, dan tata penanganan banjir masih terlihat seperti pekerjaan setengah hati. Seakan-akan penderitaan masyarakat hanyalah persoalan biasa yang tidak perlu diselesaikan dengan cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bagian dari masyarakat, saya merasa kecewa melihat bagaimana pemerintah begitu lamban membaca penderitaan rakyatnya sendiri. Setiap musim hujan datang, masyarakat Desa Nggele selalu dipaksa hidup dalam rasa takut. Anak-anak kesulitan beraktivitas, warga harus menyelamatkan barang-barang mereka, akses jalan terganggu, bahkan sebagian masyarakat harus menahan kerugian akibat air yang masuk ke rumah mereka. Namun di sisi lain, pemerintah masih sibuk berbicara tentang program dan pembangunan tanpa benar-benar menyentuh akar persoalan yang dialami masyarakat setiap hari.

Yang lebih menyakitkan adalah ketika suara rakyat hanya dianggap sebagai keluhan biasa. Padahal kritik yang disampaikan masyarakat bukan lahir dari kebencian, melainkan dari rasa kecewa yang sudah terlalu lama dipendam. Rakyat tidak menuntut sesuatu yang mewah. Mereka hanya ingin hidup dengan aman, tanpa dihantui banjir setiap hujan turun. Mereka hanya ingin pemerintah hadir bukan sekadar sebagai simbol kekuasaan, tetapi sebagai pelayan masyarakat yang mampu bekerja dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  BADKO HMI Maluku Utara Soroti Pelayanan RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Sangat Berharap Gubernur Sherly Tjoanda Laos dan DPRD Bertindak

Pemerintah Desa Nggele dan pemerintah Kecamatan Taliabu Barat Laut seharusnya menyadari bahwa jabatan bukan hanya tentang duduk di kursi pemerintahan, menghadiri acara seremonial, atau berbicara tentang pembangunan di atas podium. Jabatan adalah amanah untuk memastikan masyarakat hidup dengan layak dan terlindungi dari persoalan yang terus berulang. Ketika banjir masih menjadi masalah tahunan tanpa solusi yang jelas, maka di situlah masyarakat berhak mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Hari ini masyarakat tidak membutuhkan pidato panjang tentang kepedulian. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata. Sebab banjir tidak akan selesai hanya dengan rapat, dokumentasi, atau janji yang terus diulang setiap tahun. Permasalahan ini membutuhkan keberanian pemerintah untuk benar-benar turun melihat kondisi masyarakat, mendengar suara rakyat tanpa menutup telinga, dan bekerja dengan serius mencari solusi jangka panjang yang mampu menyelamatkan Desa Nggele dari persoalan banjir yang terus menghantui kehidupan warga.

 

Saya percaya bahwa kritik adalah bentuk cinta terhadap daerah sendiri. Karena jika masyarakat memilih diam, maka penderitaan ini akan terus dianggap normal. Kritik ini adalah suara keresahan masyarakat yang selama ini hidup dalam ketidakpastian setiap musim hujan datang. Sebab tidak seharusnya rakyat terus menjadi korban dari lambannya kerja pemerintah. Tidak seharusnya masyarakat terus dipaksa bertahan di tengah situasi yang sama tanpa adanya perubahan yang berarti.

Dan apabila sampai hari ini pemerintah masih belum mampu menyelesaikan persoalan banjir di Desa Nggele, maka masyarakat berhak mempertanyakan: sebenarnya pemerintah hadir untuk siapa? Untuk rakyat, atau hanya untuk menjaga citra kekuasaan semata? Karena sejatinya, pemerintah yang baik bukan pemerintah yang pandai berbicara, tetapi pemerintah yang mampu menyelesaikan penderitaan rakyatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Tahan Gaji Karyawan dan Bebankan Selisih Stok Rp25 Juta, Malut Gadget Ternate Kembali Disorot
Guru SMPN 10 Ternate Bongkar Dugaan Pungli dan Pengelolaan Dana BOS, Desak Kepsek Dicopot
Kantor Ombudsman Malut Dibobol Maling, DVR CCTV dan Brankas Raib
Program BSPS Presiden Prabowo: Langkah Nyata Mewujudkan Rumah Layak Huni dan Swasembada Papan 2045
Pendaftaran Pendidikan Penerbangan Tadika Puri Cabang Ternate Resmi Dibuka, Kesempatan Emas Raih Karier di Industri Penerbangan
DITLANTAS POLDA MALUKU UTARA Siap Gelar Operasi Patuh Kie Raha 2026, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
Hut Halmahera Timur ke 23, harmoni kehilangan arti diatas teror dan pembunuhan.
Menjelang Idul Adha, POLDA MALUT Harus Pastikan Anggotanya Tidak Terlibat Penjualan, Peredaran, dan Konsumsi Minuman Keras
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:42 WIT

Diduga Tahan Gaji Karyawan dan Bebankan Selisih Stok Rp25 Juta, Malut Gadget Ternate Kembali Disorot

Senin, 22 Juni 2026 - 05:01 WIT

Guru SMPN 10 Ternate Bongkar Dugaan Pungli dan Pengelolaan Dana BOS, Desak Kepsek Dicopot

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:13 WIT

Kantor Ombudsman Malut Dibobol Maling, DVR CCTV dan Brankas Raib

Senin, 8 Juni 2026 - 00:01 WIT

Program BSPS Presiden Prabowo: Langkah Nyata Mewujudkan Rumah Layak Huni dan Swasembada Papan 2045

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:33 WIT

Pendaftaran Pendidikan Penerbangan Tadika Puri Cabang Ternate Resmi Dibuka, Kesempatan Emas Raih Karier di Industri Penerbangan

Berita Terbaru