Dugaan Pelecehan oleh Pekerja Asing Kembali Terjadi di Halteng, Sikap PT IWIP Disorot Tajam

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Tengah — Isu dugaan pelecehan terhadap perempuan di ruang publik kembali mencuat di kawasan industri Halmahera Tengah. Kali ini, sorotan publik tertuju pada sejumlah pekerja asing yang diduga melakukan tindakan tidak pantas di tempat umum, memicu kemarahan masyarakat dan reaksi keras dari Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK).

Peristiwa ini bukan yang pertama kali menjadi perbincangan. Warga setempat mengaku resah atas kejadian yang disebut-sebut berulang, terutama di area yang menjadi pusat aktivitas karyawan perusahaan tambang dan industri nikel, termasuk yang berada di bawah naungan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park.

Aliansi GEBRAK Halteng secara terbuka mengecam keras dugaan tindakan tersebut. Mereka menilai perusahaan tidak menunjukkan sikap tegas terhadap oknum pekerja asing yang diduga melakukan pelecehan, bahkan terkesan melindungi pelaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar pelanggaran norma, tapi bentuk pelecehan yang merendahkan martabat perempuan. Jika perusahaan membiarkan, maka mereka turut bertanggung jawab secara moral,” tegas perwakilan GEBRAK dalam pernyataan sikapnya.

GEBRAK juga mendesak manajemen PT Indonesia Weda Bay Industrial Park untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk investigasi terbuka, pemberian sanksi tegas kepada pelaku, serta jaminan keamanan bagi masyarakat sekitar—khususnya perempuan.

Baca Juga:  Sahrudin Abdu Soroti Proses IR yang Dinilai Tidak Objektif, Desak Evaluasi Kebijakan Perusahaan

Di sisi lain, masyarakat meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam. Mereka menilai, pembiaran terhadap kasus-kasus seperti ini hanya akan memperburuk kepercayaan publik terhadap pengawasan tenaga kerja asing di wilayah tersebut.

“Pemerintah jangan tutup mata. Ini menyangkut keamanan warga dan harga diri perempuan di daerah kami,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait tudingan tersebut. Minimnya transparansi justru memperkuat persepsi publik bahwa ada upaya menutup-nutupi kasus yang berpotensi mencoreng citra daerah dan industri.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak—bahwa investasi tidak boleh berjalan di atas ketidakamanan sosial. Tanpa penegakan hukum yang adil dan perlindungan terhadap warga lokal, pembangunan berisiko kehilangan legitimasi di mata rakyatnya sendiri.

Sorotan kini tertuju pada langkah pemerintah daerah dan aparat penegak hukum: apakah akan bertindak tegas, atau kembali membiarkan kegelisahan publik menggantung tanpa jawaban.

Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengurus FSPIM-KPBI Nilai Manajemen PT IWIP Cacat Prosedur, PHK Hans Salamat Dinilai Sepihak dan Tidak Adil.
Dugaan Pelecehan oleh Pekerja Asing di Halteng Kembali Mencuat, Sikap PT IWIP Dipertanyakan Publik
May Day di Halteng: GEBRAK Bongkar Luka Buruh Nikel, dari K3 hingga Dugaan Pungli di Kawasan PT IWIP
Sinergi dan Inovasi Jadi Fokus, Ketua DPRD Halteng Hadiri Forum Nasional di Jakarta dan Magelang
Tanah di Pakai, Hak diabaikan. PT IWIP di Duga Serobot Lahan Warga Sawai Itepo Tanpa Bayaran Jelas
Krisis BBM di Halmahera Tengah, Serikat Pekerja Desak Pemerintah Segera Bertindak
Arkipus Kore Maju Calon Kepala Desa Fritu, Tokoh Adat Halteng Siap Bangun Desa dari Akar Rumput
KETUA PUK F-SPIM PT.RIM MUHLIS BUAMONA MENYIKAPI Soal RKAB DI PT.RIM: Jika Perempuan Disingkirkan, F-SPIM PT.RIM Siap Lawan
Berita ini 213 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:53 WIT

Pengurus FSPIM-KPBI Nilai Manajemen PT IWIP Cacat Prosedur, PHK Hans Salamat Dinilai Sepihak dan Tidak Adil.

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:17 WIT

Dugaan Pelecehan oleh Pekerja Asing di Halteng Kembali Mencuat, Sikap PT IWIP Dipertanyakan Publik

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:17 WIT

Dugaan Pelecehan oleh Pekerja Asing Kembali Terjadi di Halteng, Sikap PT IWIP Disorot Tajam

Jumat, 1 Mei 2026 - 02:45 WIT

May Day di Halteng: GEBRAK Bongkar Luka Buruh Nikel, dari K3 hingga Dugaan Pungli di Kawasan PT IWIP

Minggu, 19 April 2026 - 10:40 WIT

Sinergi dan Inovasi Jadi Fokus, Ketua DPRD Halteng Hadiri Forum Nasional di Jakarta dan Magelang

Berita Terbaru

Kepulauan Tidore

KKSD UMMU Kelompok 3 Bahas Program Pengabdian Bersama Pemdes Tului

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:59 WIT

Halmahera Selatan

Kades Ilegal, Dana Desa Tidak Sah: Bom Waktu Korupsi di Depan Mata

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:54 WIT

Kepulauan Sula

Mahasiswa Hukum UMMU Soroti Dugaan Korupsi DD dan ADD Desa Kabau Pantai

Minggu, 17 Mei 2026 - 04:12 WIT