Krisis BBM di Halmahera Tengah, Serikat Pekerja Desak Pemerintah Segera Bertindak

- Penulis

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Tengah – Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Halmahera Tengah kian memprihatinkan dan berdampak luas, khususnya terhadap para pekerja. Ketua DPC FSPIM-KPBI Halmahera Tengah, Sahrudin Abdu, secara tegas mendesak pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar segera mengambil langkah cepat dan konkret.

Menurut Sahrudin, kelangkaan BBM saat ini sangat memengaruhi pendapatan pekerja buruh, terutama mereka yang bekerja di kawasan industri.

“Krisis BBM ini sangat berdampak terhadap pekerja buruh, khususnya pekerja Indonesia di Halmahera Tengah. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, dampak paling terasa dialami oleh karyawan di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Dengan aturan perusahaan yang cukup ketat, para pekerja menghadapi dilema besar akibat sulitnya memperoleh BBM untuk kebutuhan transportasi menuju tempat kerja.

“Karyawan dihadapkan pada aturan disiplin yang ketat, sementara di sisi lain BBM untuk transportasi sangat sulit didapat. Ini situasi yang sangat memberatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sahrudin meminta pemerintah daerah dan provinsi agar segera mencari solusi cepat demi menyelamatkan kondisi ekonomi para pekerja.

“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dan cepat, demi nasib para pekerja buruh di PT IWIP dan masyarakat Halmahera Tengah pada umumnya,” tambahnya.

Tak hanya itu, pengurus DPC bersama pengurus PUK PT IWIP juga mengimbau pihak manajemen perusahaan agar menunjukkan sikap bijak dalam menghadapi situasi krisis ini. Mereka meminta adanya toleransi terhadap karyawan yang mengalami keterlambatan atau bahkan tidak dapat masuk kerja akibat kelangkaan BBM.

“Kami juga meminta kepada manajemen PT IWIP untuk dapat bekerja sama dan memberikan kebijakan toleransi bagi karyawan, mengingat kondisi saat ini memang tidak baik-baik saja,” pungkasnya.

Krisis BBM ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, karena tidak hanya berdampak pada aktivitas industri, tetapi juga berpotensi memperburuk kondisi ekonomi masyarakat di Halmahera Tengah jika tidak segera ditangani.

Baca Juga:  Kontroversi di PT IWIP: Juru Bicara Diduga Gunakan Bahasa Tidak Pantas terhadap Karyawan

Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Pungli Rekrutmen di PT IWIP Kembali Mengemuka, Ketua F-SPIM Minta Oknum Ketua Serikat Dipecat dan Diproses Hukum
PA GMNI Halmahera Tengah Desak pt.iwip, seluruh Investor dan Pemda Halteng: Jangan main-main dengan hak rakyat dan kesehatan lingkungan    
Pembukaan Turnament bola Kaki Pemuda Gereja IMANUEL kobe Cup I  
Rapat Pemuda Karang Taruna Desa Lukulamo Tetapkan 7 Tuntutan Tegas Kepada Pemerintah dan Perusahaan
Sudah 4 Tahun Menunggu : Desa Persiapan Lukulamo Terkatung-Katung, Hukum dan Hak Rakyat Terabaikan  
FSPIM-KPBI Halmahera Tengah Desak Disnakertrans Maluku Utara Copot Mediator Ketenagakerjaan yang Dinilai Tidak Aktif
SAMBUT HUT BHAYANGKARA KE-80, POLSEK PATANI TIMUR GELAR GOTONG ROYONG BERSIHKAN MASJID DESA PALO
Skandal Rangkap Jabatan Terbongkar, Fasilitator TEKAD Halteng Dicopot dari Posisinya
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:43 WIT

PA GMNI Halmahera Tengah Desak pt.iwip, seluruh Investor dan Pemda Halteng: Jangan main-main dengan hak rakyat dan kesehatan lingkungan    

Jumat, 3 Juli 2026 - 04:39 WIT

Pembukaan Turnament bola Kaki Pemuda Gereja IMANUEL kobe Cup I  

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:23 WIT

Rapat Pemuda Karang Taruna Desa Lukulamo Tetapkan 7 Tuntutan Tegas Kepada Pemerintah dan Perusahaan

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:18 WIT

Sudah 4 Tahun Menunggu : Desa Persiapan Lukulamo Terkatung-Katung, Hukum dan Hak Rakyat Terabaikan  

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:32 WIT

FSPIM-KPBI Halmahera Tengah Desak Disnakertrans Maluku Utara Copot Mediator Ketenagakerjaan yang Dinilai Tidak Aktif

Berita Terbaru