Halmahera Selatan – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Halmahera Selatan berlangsung semarak dan penuh haru. Salah satu penampilan yang menjadi sorotan utama datang dari siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Labuha yang memukau hadirin melalui sajian tarian daerah dan pembacaan puisi sarat pesan budaya serta nilai inklusivitas.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Halmahera Selatan, Ny.Rifa’at Al-Sa’adah serta Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, bersama jajaran pengurus DWP dan tamu undangan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan penuh semangat dan rasa percaya diri, para siswa SLB Negeri Labuha menampilkan Tarian Lalayon Modern yang dikemas secara kreatif. Kostum yang menarik, gerakan yang kompak, serta ekspresi penuh penghayatan membuat penampilan mereka sukses memukau para tamu undangan. Bahkan, sejumlah ibu-ibu DWP tampak memberikan saweran sebagai bentuk apresiasi atas penampilan luar biasa tersebut, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Tak hanya tarian, suasana haru semakin terasa saat salah satu siswa SLB Negeri Labuha, M. Alfatih Mustakim, tampil membacakan puisi. Dengan penghayatan mendalam, ia mampu menyentuh emosi para penonton dan menyampaikan pesan kuat tentang semangat, harapan, serta keberanian untuk bermimpi di tengah keterbatasan.

Kepala SLB Negeri Labuha, Marsumi, mengaku sangat bangga dan terharu atas penampilan anak didiknya. Bahkan, ia tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan para siswa tampil percaya diri di hadapan publik.
«“Saya sangat bangga dengan anak-anak kami. Mereka tampil dengan penuh percaya diri, keren, dan gagah. Ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan melestarikan budaya daerah,” ujar Marsumi dengan mata berkaca-kaca.»
Ia menambahkan, keterlibatan siswa SLB dalam perayaan HUT DWP ke-26 ini menjadi motivasi besar bagi pihak sekolah untuk terus mengembangkan bakat seni dan budaya para siswa. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya daerah sejak usia dini.

Penampilan siswa-siswi SLB Negeri Labuha tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga membawa pesan kuat tentang inklusivitas, kesetaraan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Kehadiran mereka di panggung perayaan menjadi simbol bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, budaya, dan pembangunan daerah.
Momentum ini diharapkan dapat membuka kesadaran masyarakat luas akan pentingnya mendukung pendidikan inklusif serta memberikan ruang yang lebih besar bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk terus berkarya, berprestasi, dan tumbuh dengan rasa percaya diri di tengah masyarakat.
(FHAN)









