Warkop Halsel Bahas Postur Tubuh APBD dalam Kegiatan Kelas Jurnalistik

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 17:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHA – Wartawan dan Komunitas Penulis (Warkop) Kebupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, menggelar kelas jurnalistik bertajuk “Membaca Postur Tubuh APBD”.

Kegiatan ini berlangsung di warung Kedai Katu, Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Senin (16/3/2026). Kegiatan diikuti puluhan jurnalis, mahasiswa, aktivis, dan sejumlah pimpinan OKP.

Dalam kelas juranlistik tersebut, anggota DPRD Halsel, Rustam Ode Nuru bertindak sebagai pemateri. Pada kesempatan itu, Rustam menerangkan cara membaca postur tubuh APBD dengan tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena menurut dia, pemahaman terhadap dokumen anggaran daerah sangat penting, terutama bagi jurnalis yang memiliki peran menyampaikan informasi kepada publik.

“Saya lihat ada beberapa media yang pernah memuat berita bahwa APBD Halsel 2026 itu naik. Setelah saya cek, ternyata ada kekeliriuan, karena tahun ini nilai APBD kita turun setelah dana transfer dari pusat dipangkas,” tuturnya.

Rustam pun menjelaskan bahwa APBD merupakan dokumen yang memuat rencana keuangan pemerintah daerah dalam satu tahun anggaran. Ada beberapa komponen utama dalam APBD, di antaranya pendapatan asli daerah (PAD), belanja daerah, dan pembiayaan daerah.

Anggaran yang termuat dalam APBD sendiri, bersumber dari PAD, transfer pusat ke daerah atau TKD, serta lain-lain pendapatan yang sah. Untuk PAD, didalamnya pajak dan retribusi. Sedangkan TKD, meliputi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), serta Dana Alokasi Khusus (DAK).

Rustam juga menyatakan, penyusunan anggaran dalam APBD, tidak boleh mengalami surplus berlebihan, dan defisit berlebihan. Hal ini dilakukan agar fiskal daerah tetap dalam kondisi sehat.

“Jadi memahami APBD tidak sekadar menjumlahkan angka-angka dalam dokumen. Harus dilihat juga fungsi serta sumber dari setiap komponen yang membentuk postur anggaran daerah,” jelasnya.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Halsel itu juga membuat simulasi penyusunan APBD. Dalam sumulasi itu, Rustam menegaskan belanja operasional baiknya tidak boleh jauh lebih besar dari belanja modal.

“Belanja operasional kan membiayai kegiatan pemerintahan, termasuk membiayai gaji pegawai juga. Kalau belanja modal, di dalamnya kegiatan fisik. Untuk menjalankan program pembangunan, maka belanja modal tidak boleh jauh lebih kecil dari belanja operasional. Karena di situ, ada perputaran ekonomi juga, ada lapangan kerja juga,” papar Rustam.

Ia juga mengungkapkan, masih banyak pihak yang keliru menafsirkan struktur APBD. Bahkan, ada yang menjumlahkan pendapatan daerah, transfer pusat ke daerah, dan pembiayaan secara sederhana tanpa memahami fungsi masing-masing komponen tersebut.

Baca Juga:  Pawai Obor dan Takbiran Semarakkan Idul Fitri di Kasiruta Dalam, Wujud Kepedulian Kepala Desa terhadap Tradisi

Padahal, lanjut Rustam, pendekatan analisis anggaran harus dilakukan dengan melihat hubungan antarkomponen dalam APBD. Dengan cara tersebut, arah kebijakan keuangan pemerintah daerah dan prioritas pembangunan yang direncanakan, dapat dipahami dengan baik.

“Jadi teman-teman jurnalis juga harus melihat hubungan beberapa komponen itu. Sehingga ketika menulis tentang anggaran, itu tepat. Dan ini adalah tugas kita bersama mengawal arah pembangunan daerah yang anggarannya tertuang dalam APBD,” pungkas Rustam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Loleomekar Desak Bupati dan DPRD Halsel Lanjutkan Jalan Lapen hingga ke Desa
IAIN Ternate Kukuhkan 523 Wisudawan, Lima Lulusan Terbaik Raih Predikat Tertinggi
Laporan 57 Kades Masuk Polres Halsel, GPM: Telusuri Dana Desa, Jangan Berhenti di Administrasi
Laga Persahabatan Sepak Bola SMAN 17 vs SMA Alkhairaat Wayaua: Pererat Silaturahmi dan Junjung Sportivitas Pelajar Halmahera Selatan
Rumah Warga Loleojaya Ludes Terbakar, Keluarga Din dan Sarni Kehilangan Tempat Tinggal
Wayaua Bersatu, Matangkan Persiapan Piala Bupati Cup Halsel 2026
Daniel Waraney Tumilantouw Meninggal di Site Kawasi PT HJF (Harita Group), Kuasa Hukum Pertanyakan Tanggung Jawab Perusahaan
LDKS SMAN 7 Halmahera Selatan Siapkan Calon Pemimpin OSIS yang Berkarakter dan Berintegritas
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:00 WIT

Warga Loleomekar Desak Bupati dan DPRD Halsel Lanjutkan Jalan Lapen hingga ke Desa

Senin, 7 September 2026 - 06:35 WIT

IAIN Ternate Kukuhkan 523 Wisudawan, Lima Lulusan Terbaik Raih Predikat Tertinggi

Kamis, 3 September 2026 - 09:56 WIT

Laporan 57 Kades Masuk Polres Halsel, GPM: Telusuri Dana Desa, Jangan Berhenti di Administrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:39 WIT

Laga Persahabatan Sepak Bola SMAN 17 vs SMA Alkhairaat Wayaua: Pererat Silaturahmi dan Junjung Sportivitas Pelajar Halmahera Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:30 WIT

Rumah Warga Loleojaya Ludes Terbakar, Keluarga Din dan Sarni Kehilangan Tempat Tinggal

Berita Terbaru