Hujan Deras Rendam Jalan Raya, Warga Desa Sidanga Terpaksa Bongkar Pembatas Demi Cegah Kampung Tenggelam

- Penulis

Minggu, 4 Januari 2026 - 22:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA SELATAN — Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Sidanga,Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Sabtu malam (04/01/2025), mengakibatkan banjir hingga merendam seluruh badan jalan raya. Luapan air yang datang secara tiba-tiba membuat warga dilanda kepanikan.

Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 20.00 WIT. Tak berselang lama, air menggenangi jalan utama desa hingga menutup jalur transportasi warga.

Kondisi semakin mengkhawatirkan ketika aliran air tertahan oleh pembatas jalan. Demi mencegah air meluap dan merendam permukiman, warga terpaksa membongkar pembatas jalan agar aliran banjir dapat mengalir lancar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau tidak dibongkar, air bisa masuk ke kampung dan berpotensi menenggelamkan rumah warga,” ujar salah seorang warga Sidanga.

Warga menilai banjir ini bukan kejadian pertama dan berpotensi terus terulang setiap musim hujan, mengingat belum adanya infrastruktur pengendali banjir yang memadai di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Hilirisasi yang Memakan Nyawa: Kematian Buruh di Anak Perusahaan PT Harita Group dan Sunyinya Negara

Atas kejadian itu, masyarakat Desa Sidanga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan dan mengambil langkah konkret, khususnya dengan membangun talud atau sistem drainase yang layak.

“Kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah. Talud sangat dibutuhkan agar ketika hujan deras, kami tidak terus dihantui rasa takut,” ungkap warga lainnya.

Ketidakpastian cuaca ekstrem membuat warga merasa waswas setiap kali hujan turun. Mereka khawatir bencana banjir yang lebih besar bisa terjadi sewaktu-waktu dan mengancam keselamatan serta harta benda masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait penanganan banjir di Desa Sidanga. Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian serius agar tidak terus berulang dan menimbulkan dampak yang lebih parah di kemudian hari.

Penulis: Fandi

Editor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelayanan Puskesmas Laluin Disorot, Pasien Kritis Dirujuk Pakai Biaya Pribadi Meski Anggaran Tersedia
SMK Negeri 1 Halmahera Selatan Jadi Pusat Diklat Pelaut dan Simulasi Pemadaman Api, Kepala Sekolah Tuai Apresiasi
Pelaku Usaha Rental Mobil Keluhkan Larangan Pengantaran Kendaraan di Bandara Sultan Babullah
Program Dana Desa Rp300 Juta Belum Tuntas, PLN Ancam Cabut Meteran Listrik Warga Jojame
Warga Desa Kasiruta Dalam Gelar Doa Bersama Sambut Nisfu Sya’ban
BLT Tak Disalurkan dan Tiga Bulan Tak Berkantor, Warga Desa Gonone Desak Bupati Halsel Copot Kades Sahmal Baharudin
Kontroversi Kades Gonone Viral, Publik Soroti Dana Desa hingga Peran Pemerintah Daerah
Ganggu Istri Orang, Haris Sangaji Ajak Pertemuan Diam-diam hingga Bahas Pernikahan
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:34 WIT

Pelayanan Puskesmas Laluin Disorot, Pasien Kritis Dirujuk Pakai Biaya Pribadi Meski Anggaran Tersedia

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:52 WIT

SMK Negeri 1 Halmahera Selatan Jadi Pusat Diklat Pelaut dan Simulasi Pemadaman Api, Kepala Sekolah Tuai Apresiasi

Rabu, 4 Februari 2026 - 04:09 WIT

Pelaku Usaha Rental Mobil Keluhkan Larangan Pengantaran Kendaraan di Bandara Sultan Babullah

Selasa, 3 Februari 2026 - 04:52 WIT

Warga Desa Kasiruta Dalam Gelar Doa Bersama Sambut Nisfu Sya’ban

Selasa, 27 Januari 2026 - 08:08 WIT

BLT Tak Disalurkan dan Tiga Bulan Tak Berkantor, Warga Desa Gonone Desak Bupati Halsel Copot Kades Sahmal Baharudin

Berita Terbaru