Kegiatan Temu Tani Gapoktan dan Poktan dengan penyuluh dari yayasan Bina Tani Sejahtera panah merah Wil kec Wasile dan Wasile Timur

- Penulis

Kamis, 11 Desember 2025 - 11:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maluku utara_Dalam upaya meningkatkan pengetahuan, produktivitas, serta ketahanan sektor pertanian di wilayah Wasile dan Wasile Timur, kegiatan Temu Tani Gapoktan dan Poktan digelar pada Kamis, 11 Desember 2025, pukul 09.30 WIT. Kegiatan berlangsung di lahan demplot milik Pak Riyono, Desa Akedaga, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Acara ini menghadirkan penyuluh dari Yayasan Bina Tani Sejahtera Panah Merah, sebagai bagian dari pendampingan teknis guna mendorong petani mengoptimalkan lahan serta meningkatkan hasil komoditas hortikultura.

Tema kegiatan tahun ini adalah:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tanah Sehat, Panen Lebat: Optimalisasi Lahan Kritis dan Strategi Mengembalikan Kesehatan Tanah untuk Produksi Optimal.”

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Akedaga, Aipda Slamet Riyadi, turut hadir sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kapasitas petani. Kehadiran aparat keamanan bertujuan menjaga kelancaran kegiatan serta mendorong komunikasi yang baik antara petani, pemerintah, dan lembaga pendamping.

Acara juga dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain:

1. Penyuluh Yayasan Bina Tani Sejahtera – Ibu Yuni Angriani

2. Kepala Desa Akedaga – Bpk Ihkwan Mustafa

3. Ketua BPD Akedaga – Bpk Yuwono

4. Babinsa Akedaga – Serka Sudarman

5. Koordinator BP Wasile – Bpk Suharto

6. Koordinator BP Wasile Timur – Bpk Ramlan

7. PPL Wasile dan Wasile Timur

8. Gapoktan Wasile dan Wasile Timur

9. Perwakilan Kelompok Tani (Poktan) dari kedua wilayah

Temu tani ini diselenggarakan sebagai wadah diskusi antara petani, penyuluh, dan perangkat desa untuk menyampaikan permasalahan teknis maupun nonteknis di sektor pertanian.

Beberapa isu pokok yang mengemuka antara lain:

  1. Kondisi lahan kritis yang mempengaruhi produktivitas hortikultura
  2. Strategi pemulihan kesehatan tanah agar tanaman tumbuh optimal
  3. Penggunaan varietas unggul dan teknik budidaya modern
  4. Permasalahan akses pupuk, pengairan, hingga pengendalian hama
  5. Penataan dan penguatan kelompok tani agar lebih aktif dan terkoordinasi
Baca Juga:  Seorang Siswi SMP di Ternate Dilaporkan Hilang, Keluarga dan Polisi Minta Bantuan Warga

Penyuluh dari Panah Merah menyampaikan berbagai metode pemulihan tanah, termasuk penggunaan pupuk organik, rotasi tanaman, serta teknik demplot yang terbukti meningkatkan hasil panen.

Usai sesi pemaparan, para peserta diajak melakukan observasi langsung di area demplot, melihat contoh penerapan teknik budidaya yang dianjurkan penyuluh. Para petani antusias mengikuti kegiatan ini karena dinilai sangat bermanfaat sebagai acuan praktik di lahan masing-masing.

Kegiatan Temu Tani ini menjadi langkah nyata memperkuat sektor pertanian di Kecamatan Wasile dan Wasile Timur. Dengan kolaborasi antara petani, pemerintah desa, penyuluh, serta aparat keamanan, diharapkan produktivitas hortikultura terus meningkat dan kesejahteraan petani semakin membaik.

Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semangat diskusi.

Dengan terselenggaranya kegiatan Temu Tani di Desa Akedaga ini, seluruh pihak berharap sinergi antara penyuluh, pemerintah desa, aparat keamanan, dan para petani dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas budidaya, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta mendorong pertumbuhan sektor pertanian di wilayah Wasile dan Wasile Timur.

Melalui penerapan teknik pertanian yang lebih sehat dan produktif, para petani diyakini mampu menghadapi tantangan di lapangan dan menghasilkan panen yang lebih optimal. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki manajemen lahan, dan memperkuat kelompok tani sebagai ujung tombak pertanian di Maluku Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKSD UMMU Kelompok 4 Awali Pengabdian dengan Bersihkan Aula Desa dan Survei Lapangan
SMAS Tododara Maitara Resmi Buka Pendaftaran SPMB 2026/2027, Siap Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter
Peran Sosiologi dalam Membaca Masyarakat Modern: Legu Gam dan Identitas Budaya Ternate di Tengah Arus Modernisasi
Flexing di Era Digital: Bentuk Eksistensi dan Pencarian Pengakuan Sosial di Kalangan Anak Muda
Peran Sosiologi dalam Memahami Masyarakat Modern: Fenomena FOMO di Era Digital
Peran Sosiologi dalam Memahami Masyarakat Modern
Isu Penyalahgunaan BBM di SPBUN Dufa-dufa Ternyata Salah Paham, Ini Penjelasan Pengelola
Tabebuya Mekar Serentak, Bacan dan Tidore Disulap Jadi “Negeri Empat Musim” Dadakan
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:39 WIT

KKSD UMMU Kelompok 4 Awali Pengabdian dengan Bersihkan Aula Desa dan Survei Lapangan

Senin, 11 Mei 2026 - 03:08 WIT

SMAS Tododara Maitara Resmi Buka Pendaftaran SPMB 2026/2027, Siap Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:34 WIT

Peran Sosiologi dalam Membaca Masyarakat Modern: Legu Gam dan Identitas Budaya Ternate di Tengah Arus Modernisasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:32 WIT

Flexing di Era Digital: Bentuk Eksistensi dan Pencarian Pengakuan Sosial di Kalangan Anak Muda

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:14 WIT

Peran Sosiologi dalam Memahami Masyarakat Modern: Fenomena FOMO di Era Digital

Berita Terbaru

Kepulauan Tidore

KKSD UMMU Kelompok 3 Bahas Program Pengabdian Bersama Pemdes Tului

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:59 WIT

Halmahera Selatan

Kades Ilegal, Dana Desa Tidak Sah: Bom Waktu Korupsi di Depan Mata

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:54 WIT

Kepulauan Sula

Mahasiswa Hukum UMMU Soroti Dugaan Korupsi DD dan ADD Desa Kabau Pantai

Minggu, 17 Mei 2026 - 04:12 WIT