Halmahera Selatan — Peringatan Hari Kartini tahun 2026 di SD Negeri 211 Halmahera Selatan, Desa Tabalema, berlangsung khidmat, meriah, dan sarat makna pada Selasa (21/4/2026). Suasana sekolah tampak berbeda sejak pagi hari, dipenuhi semangat dan keceriaan para siswa-siswi yang hadir dengan balutan busana terbaik mereka.
Para siswi tampil anggun mengenakan kebaya dan gamis, sementara para siswa terlihat rapi dengan seragam hitam putih dipadukan jas. Penampilan tersebut seolah menghidupkan kembali semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini di tengah generasi masa kini.
Kegiatan diawali dengan upacara sederhana yang penuh khidmat. Lantunan Lagu Indonesia Raya dan Lagu Ibu Kita Kartini yang dipandu oleh Santi Abidin, S.Pd., Gr., menggema di lingkungan sekolah, menghadirkan suasana haru sekaligus membangkitkan rasa cinta tanah air.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momentum peringatan semakin menyentuh saat para siswa menampilkan pembacaan puisi. Kata demi kata yang mereka rangkai menggambarkan perjuangan, harapan, dan cita-cita, menjadi cerminan bahwa nilai-nilai Kartini masih hidup dalam jiwa generasi muda.

Kepala SD Negeri 211 Halmahera Selatan, Syamsudin S. Malan, S.Pd., Gr., dalam refleksinya menegaskan bahwa semangat Kartini tidak boleh hanya dikenang sebagai sejarah.
“Kartini adalah simbol cahaya bagi generasi masa kini. Semangatnya harus menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar, berkarya, dan berprestasi,” ujarnya.
Keceriaan pun memuncak dalam lomba mewarnai tokoh Kartini. Dengan penuh antusias, tangan-tangan kecil para siswa menuangkan kreativitas mereka di atas kertas, menghadirkan sosok Kartini dalam warna-warni imajinasi yang indah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi yang menyenangkan.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama. Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di antara seluruh warga sekolah, mempererat tali persaudaraan dalam keluarga besar SD Negeri 211 Halmahera Selatan.
Peringatan Hari Kartini tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa nilai perjuangan, kesetaraan, dan pendidikan yang diperjuangkan Kartini harus terus diwariskan. Dari ruang-ruang kelas sederhana di Desa Tabalema, harapan besar itu tumbuh—bahwa generasi masa depan akan melangkah lebih maju dengan semangat yang sama: belajar, berkarya, dan membawa perubahan.
Tim/red









