Abdul Aziz Hakim Desak Kejati Malut Segera Umumkan Tersangka Kasus Tunjangan DPRD

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 03:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE — Akademisi hukum Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate, Dr. Abdul Aziz Hakim, SH., MH, mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara segera menetapkan dan mengumumkan tersangka dalam dugaan kasus korupsi tunjangan DPRD yang hingga kini masih bergulir.

Menurut Abdul Aziz, pernyataan Kejati Malut sebelumnya yang menyebut alat bukti dalam kasus tersebut sudah cukup seharusnya menjadi dasar kuat untuk segera menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.

“Kalau Kejati sudah yakin bahwa bukti-buktinya cukup, maka secara hukum harusnya segera ditetapkan siapa pelaku atau tersangka dalam kasus ini,” kata Abdul Aziz, Kamis (15/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, lambatnya pengumuman tersangka dapat memunculkan pertanyaan publik terkait keseriusan penanganan perkara tersebut.

“Publik bisa bertanya-tanya, ada apa di balik lambatnya penetapan tersangka oleh Kejati sementara alat bukti menurut mereka sudah cukup,” ujarnya.

Abdul Aziz mengatakan, jika hanya menunggu hasil audit atau keterangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), maka waktu yang diberikan sejauh ini dinilai sudah cukup untuk melengkapi alat bukti yang ada.

Ia tetap mengapresiasi langkah Kejati Malut yang telah memproses dugaan tindak pidana korupsi tersebut. Namun, masyarakat juga menunggu kepastian hukum dan hasil akhir dari proses penegakan hukum yang sedang berjalan.

“Kita tentu mengapresiasi Kejati Malut karena ini bagian dari upaya penegakan hukum terhadap kasus-kasus tipikor di lembaga perwakilan rakyat. Tetapi publik juga menunggu hasil akhirnya,” katanya.

Selain itu, Abdul Aziz turut mengingatkan Gubernur Maluku Utara agar bersikap tegas terhadap pejabat yang diduga terlibat dalam kasus korupsi dengan menonaktifkan mereka sementara waktu.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar para pejabat terkait dapat fokus menjalani proses hukum tanpa mengganggu jalannya pemerintahan.

“Jangan sampai terkesan gubernur diam terhadap persoalan ini. Kalau ada pejabat yang diduga terlibat tipikor, sebaiknya dinonaktifkan sementara agar tidak mengganggu kinerja pemerintahan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti adanya dugaan perlakuan berbeda terhadap sejumlah pejabat yang terseret kasus hukum.

“Kalau sebagian dinonaktifkan sementara sebagian lain dipertahankan, publik bisa menilai ada tebang pilih. Ini berbahaya bagi proses penyelenggaraan pemerintahan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beyond Self Love, 90 Mahasiswa Unkhair Diajak Bangun Percaya Diri dan Lawan Insecurity
Institute Kata Rakyat Desak DPRD Ternate Stop Polemik, Fokus Kawal Persoalan Rakyat”
Perahu Tenggelam di Perairan Dufa-Dufa, Satu Anak Masih Dalam Pencarian
Kemarau Mulai Mengancam, BWS Maluku Utara Bergerak Cepat Salurkan 56 Ribu Liter Air Bersih ke Ternate dan Tidore
Diduga Tahan Gaji Karyawan dan Bebankan Selisih Stok Rp25 Juta, Malut Gadget Ternate Kembali Disorot
Guru SMPN 10 Ternate Bongkar Dugaan Pungli dan Pengelolaan Dana BOS, Desak Kepsek Dicopot
Kantor Ombudsman Malut Dibobol Maling, DVR CCTV dan Brankas Raib
69 Mahasiswa Fakultas Hukum UMMU Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:11 WIT

Beyond Self Love, 90 Mahasiswa Unkhair Diajak Bangun Percaya Diri dan Lawan Insecurity

Jumat, 25 September 2026 - 12:55 WIT

Institute Kata Rakyat Desak DPRD Ternate Stop Polemik, Fokus Kawal Persoalan Rakyat”

Minggu, 13 September 2026 - 07:52 WIT

Perahu Tenggelam di Perairan Dufa-Dufa, Satu Anak Masih Dalam Pencarian

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:18 WIT

Kemarau Mulai Mengancam, BWS Maluku Utara Bergerak Cepat Salurkan 56 Ribu Liter Air Bersih ke Ternate dan Tidore

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:42 WIT

Diduga Tahan Gaji Karyawan dan Bebankan Selisih Stok Rp25 Juta, Malut Gadget Ternate Kembali Disorot

Berita Terbaru