Event Balap di Jalan Utama Halsel Tuai Sorotan, Warga Keluhkan Akses Ditutup dan Karcis Masuk

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan — Pelaksanaan event balap motor yang digelar di jalan raya utama Kabupaten Halmahera Selatan kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Penutupan total akses jalan di pusat kota demi kepentingan balapan dianggap sangat mengganggu aktivitas warga, terutama para pelajar, pekerja, hingga pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Sejak event berlangsung, sejumlah ruas jalan utama ditutup oleh panitia. Akibatnya, warga yang hendak beraktivitas terpaksa harus memutar jauh untuk mencapai tujuan mereka. Bahkan, beberapa orang tua mengaku anak-anak mereka terlambat ke sekolah karena akses jalan utama tidak bisa dilalui.

Keluhan masyarakat semakin ramai setelah beredar berbagai komentar di media sosial yang menyoroti panitia penyelenggara maupun Pemerintah Daerah Halmahera Selatan yang dinilai membiarkan fasilitas publik dipakai tanpa mempertimbangkan kenyamanan masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu komentar warga yang ramai dibagikan di media sosial berbunyi:

“Kalian buat event balap motor pakai jalan raya, fasilitas publik, baru ditutup total. Kalau masuk harus bayar Rp35 ribu. Maksudnya ini sirkuit pribadi atau milik swasta? Jalan itu milik seluruh masyarakat Halsel yang bayar pajak kendaraan di Samsat. Jadi jangan tutup akses seenaknya. Sudah cukup masyarakat susah lewat karena jalan ditutup, jangan lagi dibebani karcis masuk.”

Komentar tersebut langsung memicu perdebatan panjang di media sosial. Banyak warga menilai penyelenggaraan balapan di pusat kota sangat tidak tepat karena mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Baca Juga:  Peringati Hari Kartini 2026, Siswa SLB Halmahera Selatan Tunjukkan Kreativitas — Kepemimpinan Kepala Sekolah Tuai Apresiasi

Sejumlah masyarakat juga mempertanyakan alasan panitia tidak menggunakan lokasi yang dianggap lebih layak seperti kawasan GOR Panambuang untuk pelaksanaan event balap motor tersebut.

Menurut warga, area GOR dinilai lebih aman dan tidak mengganggu aktivitas publik dibanding harus menggunakan jalan raya yang menjadi jalur utama masyarakat.

“Kenapa harus di pusat perkotaan dan pusat perbelanjaan? Kenapa tidak di GOR Panambuang yang memang lebih cocok untuk kegiatan seperti itu?” tulis salah satu akun warga dalam unggahan media sosial.

Selain persoalan akses jalan, masyarakat juga menyoroti dampak kemacetan yang terjadi selama event berlangsung. Beberapa pengendara mengaku kesulitan melintas karena banyak jalur alternatif yang sempit dan tidak memadai.

Di sisi lain, sebagian masyarakat memang mendukung kegiatan balap motor karena dianggap mampu menghadirkan hiburan dan menggerakkan ekonomi kecil di sekitar lokasi. Namun mereka berharap pemerintah dan panitia tetap mengutamakan kepentingan umum agar kegiatan serupa tidak merugikan masyarakat luas.

Hingga kini, polemik terkait penutupan jalan utama untuk event balap tersebut masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Halmahera Selatan. Banyak warga berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi agar kegiatan olahraga otomotif ke depan bisa berjalan tanpa mengorbankan hak masyarakat pengguna jalan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Ilegal, Dana Desa Tidak Sah: Bom Waktu Korupsi di Depan Mata
Dirut PDAM Halsel Klarifikasi Tagihan Air Rp967 Ribu, Akui Dipicu Kebocoran Instalasi Pelanggan
WERLINA TOTONONU Maju sebagai Calon Kepala Desa Bobo, Bawa Semangat Perubahan dan Harapan Baru untuk Masyarakat
Ketua GPM Halsel Desak Dirut PDAM Evaluasi Pegawai Terkait Dugaan Tarif Air Tidak Wajar
Warga Dusun Sungira Komplen Tarif Air Capai Rp967 Ribu, Pertanyakan Sistem Penagihan PDAM
Ketua GPM Harmain Rusli Desak Polres Halsel Segera Gelar Perkara Dugaan Perusakan 400 Pohon Cengkeh Milik Warga
Di Bawah Cahaya Redup, Kepastian Itu Seakan Mati Perlahan: Jejak Identitas dan Akreditasi SD Negeri 173 Halmahera Selatan yang Tak Kunjung Kembali
Dugaan Pemalsuan Identitas Peserta TKA di SDN 173 Halsel Jadi Perhatian Serius Masyarakat
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:54 WIT

Kades Ilegal, Dana Desa Tidak Sah: Bom Waktu Korupsi di Depan Mata

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:09 WIT

Dirut PDAM Halsel Klarifikasi Tagihan Air Rp967 Ribu, Akui Dipicu Kebocoran Instalasi Pelanggan

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:32 WIT

WERLINA TOTONONU Maju sebagai Calon Kepala Desa Bobo, Bawa Semangat Perubahan dan Harapan Baru untuk Masyarakat

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:02 WIT

Ketua GPM Halsel Desak Dirut PDAM Evaluasi Pegawai Terkait Dugaan Tarif Air Tidak Wajar

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:55 WIT

Warga Dusun Sungira Komplen Tarif Air Capai Rp967 Ribu, Pertanyakan Sistem Penagihan PDAM

Berita Terbaru

Kepulauan Tidore

KKSD UMMU Kelompok 3 Bahas Program Pengabdian Bersama Pemdes Tului

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:59 WIT

Halmahera Selatan

Kades Ilegal, Dana Desa Tidak Sah: Bom Waktu Korupsi di Depan Mata

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:54 WIT

Kepulauan Sula

Mahasiswa Hukum UMMU Soroti Dugaan Korupsi DD dan ADD Desa Kabau Pantai

Minggu, 17 Mei 2026 - 04:12 WIT