Halmahera Selatan — Pelaksanaan event balap motor yang digelar di jalan raya utama Kabupaten Halmahera Selatan kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Penutupan total akses jalan di pusat kota demi kepentingan balapan dianggap sangat mengganggu aktivitas warga, terutama para pelajar, pekerja, hingga pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
Sejak event berlangsung, sejumlah ruas jalan utama ditutup oleh panitia. Akibatnya, warga yang hendak beraktivitas terpaksa harus memutar jauh untuk mencapai tujuan mereka. Bahkan, beberapa orang tua mengaku anak-anak mereka terlambat ke sekolah karena akses jalan utama tidak bisa dilalui.
Keluhan masyarakat semakin ramai setelah beredar berbagai komentar di media sosial yang menyoroti panitia penyelenggara maupun Pemerintah Daerah Halmahera Selatan yang dinilai membiarkan fasilitas publik dipakai tanpa mempertimbangkan kenyamanan masyarakat luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu komentar warga yang ramai dibagikan di media sosial berbunyi:
“Kalian buat event balap motor pakai jalan raya, fasilitas publik, baru ditutup total. Kalau masuk harus bayar Rp35 ribu. Maksudnya ini sirkuit pribadi atau milik swasta? Jalan itu milik seluruh masyarakat Halsel yang bayar pajak kendaraan di Samsat. Jadi jangan tutup akses seenaknya. Sudah cukup masyarakat susah lewat karena jalan ditutup, jangan lagi dibebani karcis masuk.”
Komentar tersebut langsung memicu perdebatan panjang di media sosial. Banyak warga menilai penyelenggaraan balapan di pusat kota sangat tidak tepat karena mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Sejumlah masyarakat juga mempertanyakan alasan panitia tidak menggunakan lokasi yang dianggap lebih layak seperti kawasan GOR Panambuang untuk pelaksanaan event balap motor tersebut.
Menurut warga, area GOR dinilai lebih aman dan tidak mengganggu aktivitas publik dibanding harus menggunakan jalan raya yang menjadi jalur utama masyarakat.
“Kenapa harus di pusat perkotaan dan pusat perbelanjaan? Kenapa tidak di GOR Panambuang yang memang lebih cocok untuk kegiatan seperti itu?” tulis salah satu akun warga dalam unggahan media sosial.
Selain persoalan akses jalan, masyarakat juga menyoroti dampak kemacetan yang terjadi selama event berlangsung. Beberapa pengendara mengaku kesulitan melintas karena banyak jalur alternatif yang sempit dan tidak memadai.
Di sisi lain, sebagian masyarakat memang mendukung kegiatan balap motor karena dianggap mampu menghadirkan hiburan dan menggerakkan ekonomi kecil di sekitar lokasi. Namun mereka berharap pemerintah dan panitia tetap mengutamakan kepentingan umum agar kegiatan serupa tidak merugikan masyarakat luas.
Hingga kini, polemik terkait penutupan jalan utama untuk event balap tersebut masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Halmahera Selatan. Banyak warga berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi agar kegiatan olahraga otomotif ke depan bisa berjalan tanpa mengorbankan hak masyarakat pengguna jalan.(**)









