Pelayanan Puskesmas Laluin Disorot, Pasien Kritis Dirujuk Pakai Biaya Pribadi Meski Anggaran Tersedia

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA SELATAN – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Sejumlah keluhan serius mencuat ke publik, mulai dari pasien dalam kondisi kritis yang harus dirujuk menggunakan biaya dan fasilitas pribadi keluarga, hingga pasien rawat jalan yang tidak mendapatkan obat dengan alasan stok kosong.

Sorotan tersebut menguat setelah beredarnya surat resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan tertanggal 21 Januari 2026 tentang Rujukan Pasien dan Rujukan Balik yang ditujukan kepada seluruh Kepala Puskesmas se-Halmahera Selatan. Dalam surat itu ditegaskan bahwa anggaran rujukan dan rujukan balik pasien tahun 2026 telah disiapkan, mengacu pada Standar Biaya Umum (SBU) Pemerintah Daerah, dengan mekanisme administrasi yang jelas dan terukur.

Namun, fakta di lapangan justru dinilai bertolak belakang dengan kebijakan tersebut.
Warga Kayoa Selatan mengungkapkan bahwa setiap pasien yang berada dalam kondisi darurat dan harus dirujuk ke RSUD Labuha, keluarga pasien dipaksa mencari sendiri sarana transportasi, baik perahu maupun kendaraan darat, di tengah situasi kritis yang seharusnya ditangani penuh oleh fasilitas kesehatan.
Salah satu orang tua pasien, yang enggan disebutkan namanya, mengaku panik ketika anaknya dalam kondisi kritis dan harus segera dirujuk untuk proses persalinan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami panik sekali. Anak kami sudah kritis mau melahirkan, tapi kami sendiri yang harus cari kendaraan untuk rujuk. Tidak ada bantuan sama sekali dari Puskesmas,” ujarnya dengan nada kecewa.

Keluhan serupa juga disampaikan keluarga pasien lain yang mengalami kondisi kritis pada Sabtu, 7 Januari 2026. Mereka menyebut tidak mendapatkan fasilitas rujukan dari Puskesmas dan terpaksa menggunakan kendaraan pribadi.

“Pasien sudah kritis, tapi kami lagi yang harus siapkan kendaraan sendiri. Tidak ada fasilitas dari Puskesmas,” ungkapnya.

Tak hanya soal rujukan dan obat, masyarakat juga menyoroti speedboat milik Puskesmas Laluin yang hingga kini disebut tidak pernah difungsikan untuk kepentingan rujukan pasien melalui jalur laut. Padahal, wilayah Kayoa Selatan sangat bergantung pada transportasi laut sebagai akses utama pelayanan kesehatan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Laluin, Ikra Mahmud, mengakui bahwa speedboat Puskesmas memang belum pernah digunakan untuk melayani pasien rujukan. Sementara terkait ketersediaan obat, ia menyebut pihaknya telah memberikan klarifikasi melalui media sebelumnya.
Kondisi ini dinilai semakin memprihatinkan mengingat sebagian besar pasien berasal dari keluarga kurang mampu, yang jelas kesulitan menanggung biaya transportasi rujukan secara mandiri.

Baca Juga:  Hilirisasi yang Memakan Nyawa: Kematian Buruh di Anak Perusahaan PT Harita Group dan Sunyinya Negara

Masyarakat Kayoa Selatan menegaskan bahwa pengelolaan pelayanan, ketersediaan obat, fasilitas rujukan, serta pemanfaatan sarana penunjang sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab manajemen Puskesmas. Oleh karena itu, warga mendesak Bupati Halmahera Selatan, Ali Basam Kasuba, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kepala Puskesmas Laluin, termasuk menilai kinerja, tata kelola pelayanan, serta penggunaan fasilitas kesehatan yang tersedia.

Warga juga meminta agar evaluasi dilakukan secara objektif dan transparan, serta diikuti sanksi tegas apabila ditemukan kelalaian atau pelanggaran dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
Sorotan serupa turut diarahkan kepada Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin dan Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan agar tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret demi menjamin hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil evaluasi maupun tindak lanjut atas desakan masyarakat tersebut.

Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMK Negeri 1 Halmahera Selatan Jadi Pusat Diklat Pelaut dan Simulasi Pemadaman Api, Kepala Sekolah Tuai Apresiasi
Pelaku Usaha Rental Mobil Keluhkan Larangan Pengantaran Kendaraan di Bandara Sultan Babullah
Program Dana Desa Rp300 Juta Belum Tuntas, PLN Ancam Cabut Meteran Listrik Warga Jojame
Warga Desa Kasiruta Dalam Gelar Doa Bersama Sambut Nisfu Sya’ban
BLT Tak Disalurkan dan Tiga Bulan Tak Berkantor, Warga Desa Gonone Desak Bupati Halsel Copot Kades Sahmal Baharudin
Kontroversi Kades Gonone Viral, Publik Soroti Dana Desa hingga Peran Pemerintah Daerah
Ganggu Istri Orang, Haris Sangaji Ajak Pertemuan Diam-diam hingga Bahas Pernikahan
PB Hipmabol Malut Kecam Sikap Abai Kepala Desa Di Kec Botang Lomang
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:34 WIT

Pelayanan Puskesmas Laluin Disorot, Pasien Kritis Dirujuk Pakai Biaya Pribadi Meski Anggaran Tersedia

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:52 WIT

SMK Negeri 1 Halmahera Selatan Jadi Pusat Diklat Pelaut dan Simulasi Pemadaman Api, Kepala Sekolah Tuai Apresiasi

Rabu, 4 Februari 2026 - 04:09 WIT

Pelaku Usaha Rental Mobil Keluhkan Larangan Pengantaran Kendaraan di Bandara Sultan Babullah

Selasa, 3 Februari 2026 - 04:52 WIT

Warga Desa Kasiruta Dalam Gelar Doa Bersama Sambut Nisfu Sya’ban

Selasa, 27 Januari 2026 - 08:08 WIT

BLT Tak Disalurkan dan Tiga Bulan Tak Berkantor, Warga Desa Gonone Desak Bupati Halsel Copot Kades Sahmal Baharudin

Berita Terbaru