Pasien Bersalin Dirujuk Lewat Darat dari Wayatim ke Bibinoi, Akademisi Minta Pemprov Bertindak

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, trendhalsel.com– Seorang pasien bersalin bernama Wahyuni terpaksa dirujuk dari Polindes Desa Wayatim ke Puskesmas Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, melalui jalur darat menggunakan mobil jonder milik warga pada tanggal 26 Februari 2026 Kemarin. Proses rujukan dilakukan karena jalur laut tidak dapat dilalui akibat ombak tinggi dan angin kencang.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti persoalan akses transportasi dan layanan kesehatan di wilayah pesisir Halmahera Selatan, khususnya saat kondisi cuaca buruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rujukan dilakukan dari Desa Wayatim menuju Puskesmas Bibinoi karena fasilitas di polindes dinilai tidak memadai untuk menangani proses persalinan. Namun, karena cuaca ekstrem menghambat transportasi laut, keluarga dan warga setempat mengambil inisiatif membawa pasien melalui jalur darat menggunakan kendaraan pertanian jenis jonder.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Khairaat (STAIA) Labuha, Muhammad Kasim Faisal, meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat di wilayah terpencil.

“Peristiwa ini menunjukkan bahwa akses layanan kesehatan di beberapa wilayah masih sangat terbatas, terutama ketika cuaca tidak mendukung. Pemerintah provinsi perlu membuka mata dan melihat secara langsung kebutuhan riil masyarakat, khususnya terkait fasilitas kesehatan dan akses transportasi rujukan,” ujar Kasim Faisal, Jumat (27/02/2026).

Ia menilai persoalan rujukan pasien melalui jalur darat dalam kondisi darurat bukanlah kejadian baru, melainkan telah terjadi berulang setiap tahun saat cuaca buruk melanda wilayah pesisir.

“Kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi. Setiap tahun masyarakat menghadapi persoalan yang sama ketika ombak tinggi dan angin kencang menghambat akses laut. Ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun provinsi,” katanya.

Menurut Kasim, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rujukan kesehatan di daerah kepulauan, termasuk penyediaan sarana transportasi darurat yang lebih memadai.

“Kami berharap ada langkah konkret, baik berupa penguatan fasilitas di polindes, penambahan ambulans darat yang sesuai medan, maupun skema transportasi alternatif ketika jalur laut tidak bisa digunakan,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa persoalan akses layanan kesehatan tidak boleh terus berulang tanpa solusi jangka panjang dari pemerintah.

“Kami tidak ingin peristiwa seperti ini terus terjadi setiap tahun. Keselamatan ibu dan anak adalah prioritas utama. Pemerintah provinsi maupun kabupaten perlu duduk bersama mencari solusi permanen agar masyarakat di wilayah pesisir tidak lagi mempertaruhkan keselamatan hanya karena keterbatasan akses,” pungkas Muhammad Kasim Faisal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait peristiwa rujukan pasien tersebut.

Baca Juga:  Dugaan Penggunaan Lahan Petani Tanpa Penyelesaian Hak Kembali Mencuat, Aktivitas Tambang PT IWIP Disorot

Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koalisi KP2R Hal-Sel Tagih Kepastian Hukum Penambang Rakyat, Pemerintah Diminta Segera Tetapkan WPR dan Terbitkan IPR
Kepsek SDN 84 Halsel Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Warga dengan Kayu dan Bambu, Korban: “Pelaku Sesumbar Tak Akan Ditahan karena Banyak Uang”
Keretakan Manajemen Sekolah di Desa Talimau, Siswa SMP Nurul Hasan Terancam Kehilangan Ruang Belajar, Warga Desak Pemkab Halsel Bertindak
PPDB Tak Kunjung Berjalan, SDN 241 Halsel Jadi Sorotan, Evaluasi Kepala Sekolah Didesak
Ketua GPM Halsel Soroti Dugaan Pengelolaan Dana BOS Afirmasi SDN 241 Halsel, Kepsek Disebut Belum Belanjakan Anggaran Rp42 Juta
Krisis Air Bersih Diduga Lumpuhkan Kehidupan Warga Desa Dowora, Masyarakat Desak Pemkab Halmahera Selatan Segera Bertindak
MATAMUDA 2026 Resmi Digelar, Madrasah Aliyah Alkhairaat Labuha Siapkan Generasi Berakhlak Mulia, Cerdas, Unggul, Madani, dan Moderat
MPLS 2026 TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bacan: Selamat Datang Siswa-Siswi Hebat, Siap Menjadi Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Berakhlak Mulia
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:47 WIT

Koalisi KP2R Hal-Sel Tagih Kepastian Hukum Penambang Rakyat, Pemerintah Diminta Segera Tetapkan WPR dan Terbitkan IPR

Selasa, 28 Juli 2026 - 01:32 WIT

Kepsek SDN 84 Halsel Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Warga dengan Kayu dan Bambu, Korban: “Pelaku Sesumbar Tak Akan Ditahan karena Banyak Uang”

Selasa, 28 Juli 2026 - 01:14 WIT

Keretakan Manajemen Sekolah di Desa Talimau, Siswa SMP Nurul Hasan Terancam Kehilangan Ruang Belajar, Warga Desak Pemkab Halsel Bertindak

Senin, 20 Juli 2026 - 13:56 WIT

PPDB Tak Kunjung Berjalan, SDN 241 Halsel Jadi Sorotan, Evaluasi Kepala Sekolah Didesak

Senin, 20 Juli 2026 - 06:12 WIT

Ketua GPM Halsel Soroti Dugaan Pengelolaan Dana BOS Afirmasi SDN 241 Halsel, Kepsek Disebut Belum Belanjakan Anggaran Rp42 Juta

Berita Terbaru