Kami Butuh Kapal Bukan Janji
De kasiruta awal meninjak desitu tempanan ompu asal, kasiruta basaya dadi kolano babuang kapa de bukit seki bantuan dadi kolano [Sultan Bacan Kaicil Muhammad Sa’adil]
Halmahera Selatan merupakan wilayah kepulauan dengan potensi sumberdaya alam yang melimpah, geografis kepulauan menjadi keunikan, akan tetapi laut dan pulau bukan hanya sekedar ruang geografis, melainkan jalur utama mobilitas ekonomi, pendidikan dan pelayanan publik. Pertanyaannya? Apakah para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan di daerah ini sudah menyediakan transportasi laut secara merata, jawabnya tentu belum, sampai sejauh ini pemda halmahera selatan tidak mampu menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di halmahera selatan khusususnya masyarakat Kasiruta Timur. Di wilayah kepulauan transportasi laut atau kapal penumpang sangat menjadi vital perkembangan ekonomi, pendidikan dan sosial tampaknya masyarakat dilumpuhkan. Krisis transportasi di Kasiruta Timur bukan sekadar persoalan teknis ia telah menjadi luka sosial yang dirasakan setiap hari oleh masyarakat, keterisolasian akibat tidak beroperasinya kapal adalah bentuk pengabaian terhadap hak dasar warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat masih mengingat dengan jelas kunjungan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan ke Desa Loleo Jaya. Di hadapan warga, ia dengan gagah berani menjawab bahwa dalam waktu empat hari kapal akan kembali beroperasi. Harapan pun tumbuh dihati masyarakat. Namun hingga hari ini, janji itu belum ditepati. Keterlambatan ini bukan hanya soal waktu, ini soal kepercayaan. Dalam budaya lokal yang menjunjung tinggi bahasa dan komitmen, janji yang tidak ditepati mencederai nilai-nilai tersebut. Warga bukan sekadar menunggu kapal, tetapi juga menunggu kepastian, kejujuran, dan tanggung jawab. Di sisi lain, DPRD Dapil I, khususnya Komisi II yang membidangi persoalan ini, juga patut diperanyakkan perannya. Fungsi pengawasan seharusnya memastikan bahwa jajwa pemerintah tidak berhenti sampai pernyataan, melainkan berkelanjutan sampai menjadi tindakan nyata. Namun hingga saat ini, tidak terlihat tekanan atau langkah konkret yang cukup kuat untuk memastikan masalah ini segera diselesaikan. Ketiadaan respons yang segera menimbulkan pertanyaan serius: Di mana fungsi pengawasan ketika rakyat benar-benar membutuhkannya. Krisis ini harus menjadi titik balik. Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan perlu hadir bukan hanya saat kunjungan, tetapi juga dalam penyelesaian. Masyarakat Kasiruta Timur berhak atas akses transportasi yang layak bukan janji yang terus tertunda.
4 Tuntutan masyarakat Kasiruta Timur
1. Segera Operasikan Kapal Penumpang Secara Tetap dan Terjadwal
2. Realisasi Janji Kepala Dinas Perhubungan
3. Mendesak DPRD (Komisi II Dapil I) Menjalankan Fungsi Pengawasan Secara Aktif
4. Prioritaskan Akses Transportasi sebagai Hak Dasar Masyarakat Kepulauan
PERINGATAN RAKYAT KASIRUTA TIMUR
Jika tuntutan ini terus diabaikan, jika jangka hanya menjadi angin yang lewat tanpa arah, maka kami nyatakan: kesabaran rakyat ada batasnya. Kami bukan angka statistik yang bisa dilupakan, kami bukan suara sunyi di pulau-pulau yang dianggap jauh. Kami adalah denyut kehidupan negeri ini yang telah lama kalian biarkan terhenti di dermaga tanpa kapal. Laut bagi kami bukan sekadar hamparan, ia adalah jalan hidup. Dan ketika jalan itu kalian putuskan. Jangan paksa kami percaya bahwa diam adalah pilihan. Kami akan turun, bukan hanya membawa tuntutan, tetapi membawa kemarahan yang lahir dari pengabaian panjang. Hari ini kami meminta. Besok kami menuntut. Dan jika esok kembali diabaikan, maka lusa adalah PERLAWANAN









