IKATAN MAHASISWA KASIRUTA TIMUR

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 03:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kami Butuh Kapal Bukan Janji

De kasiruta awal meninjak desitu tempanan ompu asal, kasiruta basaya dadi kolano babuang kapa de bukit seki bantuan dadi kolano [Sultan Bacan Kaicil Muhammad Sa’adil]

Halmahera Selatan merupakan wilayah kepulauan dengan potensi sumberdaya alam yang melimpah, geografis kepulauan menjadi keunikan, akan tetapi laut dan pulau bukan hanya sekedar ruang geografis, melainkan jalur utama mobilitas ekonomi, pendidikan dan pelayanan publik. Pertanyaannya? Apakah para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan di daerah ini sudah menyediakan transportasi laut secara merata, jawabnya tentu belum, sampai sejauh ini pemda halmahera selatan tidak mampu menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di halmahera selatan khusususnya masyarakat Kasiruta Timur. Di wilayah kepulauan transportasi laut atau kapal penumpang sangat menjadi vital perkembangan ekonomi, pendidikan dan sosial tampaknya masyarakat dilumpuhkan. Krisis transportasi di Kasiruta Timur bukan sekadar persoalan teknis ia telah menjadi luka sosial yang dirasakan setiap hari oleh masyarakat, keterisolasian akibat tidak beroperasinya kapal adalah bentuk pengabaian terhadap hak dasar warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat masih mengingat dengan jelas kunjungan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan ke Desa Loleo Jaya. Di hadapan warga, ia dengan gagah berani menjawab bahwa dalam waktu empat hari kapal akan kembali beroperasi. Harapan pun tumbuh dihati masyarakat. Namun hingga hari ini, janji itu belum ditepati. Keterlambatan ini bukan hanya soal waktu, ini soal kepercayaan. Dalam budaya lokal yang menjunjung tinggi bahasa dan komitmen, janji yang tidak ditepati mencederai nilai-nilai tersebut. Warga bukan sekadar menunggu kapal, tetapi juga menunggu kepastian, kejujuran, dan tanggung jawab. Di sisi lain, DPRD Dapil I, khususnya Komisi II yang membidangi persoalan ini, juga patut diperanyakkan perannya. Fungsi pengawasan seharusnya memastikan bahwa jajwa pemerintah tidak berhenti sampai pernyataan, melainkan berkelanjutan sampai menjadi tindakan nyata. Namun hingga saat ini, tidak terlihat tekanan atau langkah konkret yang cukup kuat untuk memastikan masalah ini segera diselesaikan. Ketiadaan respons yang segera menimbulkan pertanyaan serius: Di mana fungsi pengawasan ketika rakyat benar-benar membutuhkannya. Krisis ini harus menjadi titik balik. Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan perlu hadir bukan hanya saat kunjungan, tetapi juga dalam penyelesaian. Masyarakat Kasiruta Timur berhak atas akses transportasi yang layak bukan janji yang terus tertunda.

Baca Juga:  Penyerahan Naskah Ujian Sekolah oleh Kepala SMP Negeri 29 Halmahera Selatan kepada Panitia Ujian dan Pengawas Ruang Berlangsung Tertib

4 Tuntutan masyarakat Kasiruta Timur

1. Segera Operasikan Kapal Penumpang Secara Tetap dan Terjadwal

2. Realisasi Janji Kepala Dinas Perhubungan

3. Mendesak DPRD (Komisi II Dapil I) Menjalankan Fungsi Pengawasan Secara Aktif

4. Prioritaskan Akses Transportasi sebagai Hak Dasar Masyarakat Kepulauan

PERINGATAN RAKYAT KASIRUTA TIMUR

Jika tuntutan ini terus diabaikan, jika jangka hanya menjadi angin yang lewat tanpa arah, maka kami nyatakan: kesabaran rakyat ada batasnya. Kami bukan angka statistik yang bisa dilupakan, kami bukan suara sunyi di pulau-pulau yang dianggap jauh. Kami adalah denyut kehidupan negeri ini yang telah lama kalian biarkan terhenti di dermaga tanpa kapal. Laut bagi kami bukan sekadar hamparan, ia adalah jalan hidup. Dan ketika jalan itu kalian putuskan. Jangan paksa kami percaya bahwa diam adalah pilihan. Kami akan turun, bukan hanya membawa tuntutan, tetapi membawa kemarahan yang lahir dari pengabaian panjang. Hari ini kami meminta. Besok kami menuntut. Dan jika esok kembali diabaikan, maka lusa adalah PERLAWANAN

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koalisi KP2R Hal-Sel Tagih Kepastian Hukum Penambang Rakyat, Pemerintah Diminta Segera Tetapkan WPR dan Terbitkan IPR
Kepsek SDN 84 Halsel Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Warga dengan Kayu dan Bambu, Korban: “Pelaku Sesumbar Tak Akan Ditahan karena Banyak Uang”
Keretakan Manajemen Sekolah di Desa Talimau, Siswa SMP Nurul Hasan Terancam Kehilangan Ruang Belajar, Warga Desak Pemkab Halsel Bertindak
PPDB Tak Kunjung Berjalan, SDN 241 Halsel Jadi Sorotan, Evaluasi Kepala Sekolah Didesak
Ketua GPM Halsel Soroti Dugaan Pengelolaan Dana BOS Afirmasi SDN 241 Halsel, Kepsek Disebut Belum Belanjakan Anggaran Rp42 Juta
Krisis Air Bersih Diduga Lumpuhkan Kehidupan Warga Desa Dowora, Masyarakat Desak Pemkab Halmahera Selatan Segera Bertindak
MATAMUDA 2026 Resmi Digelar, Madrasah Aliyah Alkhairaat Labuha Siapkan Generasi Berakhlak Mulia, Cerdas, Unggul, Madani, dan Moderat
MPLS 2026 TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bacan: Selamat Datang Siswa-Siswi Hebat, Siap Menjadi Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Berakhlak Mulia
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:47 WIT

Koalisi KP2R Hal-Sel Tagih Kepastian Hukum Penambang Rakyat, Pemerintah Diminta Segera Tetapkan WPR dan Terbitkan IPR

Selasa, 28 Juli 2026 - 01:32 WIT

Kepsek SDN 84 Halsel Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Warga dengan Kayu dan Bambu, Korban: “Pelaku Sesumbar Tak Akan Ditahan karena Banyak Uang”

Selasa, 28 Juli 2026 - 01:14 WIT

Keretakan Manajemen Sekolah di Desa Talimau, Siswa SMP Nurul Hasan Terancam Kehilangan Ruang Belajar, Warga Desak Pemkab Halsel Bertindak

Senin, 20 Juli 2026 - 13:56 WIT

PPDB Tak Kunjung Berjalan, SDN 241 Halsel Jadi Sorotan, Evaluasi Kepala Sekolah Didesak

Senin, 20 Juli 2026 - 06:12 WIT

Ketua GPM Halsel Soroti Dugaan Pengelolaan Dana BOS Afirmasi SDN 241 Halsel, Kepsek Disebut Belum Belanjakan Anggaran Rp42 Juta

Berita Terbaru