Halmahera Selatan — Situasi keamanan di wilayah perbatasan Desa Tagia dan Desa Matuting, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi perhatian warga setelah muncul laporan adanya aksi pemalakan terhadap para pengendara yang melintas pada malam hari.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Pemerintah Desa Tagia dan Desa Matuting sebelumnya telah menggelar pertemuan terkait kondisi keamanan wilayah. Menindaklanjuti hal tersebut, Bhabinkamtibmas bersama Pemerintah Desa Tagia dikabarkan melakukan patroli di kawasan perbatasan Matuting–Tagia guna memastikan situasi tetap kondusif.
Namun, keresahan masyarakat masih tinggi. Warga menyampaikan bahwa di wilayah pertengahan Matuting Cabang Dua, jalur Matuting–Tagia, hingga kawasan Tagia–Lelewi, kerap muncul sekelompok oknum berjumlah sekitar tiga hingga empat orang yang diduga melakukan pemalakan terhadap pengendara yang melintas, khususnya saat larut malam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih mengkhawatirkan, para pelaku disebut membawa senjata tajam berupa tombak dan parang, sehingga menimbulkan rasa takut bagi masyarakat yang hendak bepergian. Kondisi ini membuat warga meminta aparat keamanan segera mengambil langkah tegas agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Sejumlah warga berharap patroli rutin dapat ditingkatkan, terutama pada jam-jam rawan, serta dilakukan penindakan terhadap para pelaku agar keamanan dan ketertiban masyarakat kembali terjaga.
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari bepergian seorang diri pada tengah malam, serta segera melapor kepada aparat desa maupun kepolisian jika menemukan aktivitas mencurigakan di jalur tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah serta menciptakan rasa aman bagi seluruh warga.
Penulis: Bung Diman









