Halmahera Selatan — Kondisi kebersihan di kawasan Pelabuhan KPLP Babang kembali menjadi sorotan. Pantauan langsung di lokasi menunjukkan tumpukan sampah berhamburan di depan ruang tunggu penumpang, tepat di area yang setiap hari dipadati masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
Sampah berupa plastik bekas makanan, botol minuman, dan sisa-sisa kertas tampak dibiarkan tanpa penanganan serius. Kondisi ini jelas mengganggu kenyamanan penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan kapal, sekaligus menciptakan kesan kumuh di salah satu pintu masuk transportasi laut di Halmahera Selatan.
Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya upaya pembersihan dari pihak pengelola pelabuhan maupun petugas KPLP. Padahal, kebersihan lingkungan pelabuhan merupakan tanggung jawab bersama, terutama pihak pengelola yang memiliki kewenangan penuh atas fasilitas publik tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah penumpang mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka menilai pengelola pelabuhan terkesan abai terhadap kebersihan, padahal pelabuhan seharusnya menjadi area yang bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami duduk menunggu kapal, tapi di depan mata sampah berserakan. Baunya juga tidak enak. Seharusnya ini diperhatikan,” ujar salah satu pengunjung yang barada di lokasi dermaga.
Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serta mencemari lingkungan laut di sekitar dermaga jika sampah terus dibiarkan. Apalagi saat angin kencang, sampah mudah terbawa ke laut dan mencoreng wajah pelabuhan sebagai fasilitas publik.
Kepala KPLP Babang diharapkan segera mengambil langkah tegas dengan meningkatkan pengawasan kebersihan, menyiapkan tempat sampah yang memadai, serta memastikan petugas kebersihan bekerja secara rutin. Pembiaran terhadap persoalan sederhana seperti sampah justru mencerminkan lemahnya manajemen pelayanan publik.
Masyarakat berharap, ke depan, Pelabuhan KPLP Babang tidak hanya fokus pada aktivitas pelayaran semata, tetapi juga serius menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan demi kepentingan bersama.
Tim/red









