Satu Nama Hilang di Daftar TKA, Kepercayaan Publik pada Pendidikan Halsel Ikut Terancam

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 06:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan – Polemik dugaan tidak terdatanya seorang siswi dalam pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di SDN 119 Halmahera Selatan terus memantik perhatian masyarakat. Persoalan yang awalnya dianggap sebatas kesalahan administrasi kini berkembang menjadi sorotan serius tentang tata kelola sekolah dan tanggung jawab dunia pendidikan di daerah.

Siswi bernama Sarkiyah H. Halil disebut tidak masuk dalam daftar peserta TKA yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Orang tua siswa, Halid Halil, mengaku terpukul setelah mengetahui anaknya tidak bisa mengikuti ujian bersama teman-temannya.

Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya soal data yang terlewat. Namun bagi seorang anak sekolah dasar, kehilangan kesempatan mengikuti ujian bersama teman-teman seusianya adalah luka batin yang tidak sederhana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Publik menilai persoalan ini menunjukkan bahwa kelalaian administrasi di sekolah bisa berdampak langsung pada psikologis siswa. Anak yang seharusnya fokus belajar justru harus menanggung rasa kecewa akibat kesalahan orang dewasa.

“Yang dirugikan bukan pejabat, bukan guru, tapi anak kecil yang sedang membangun masa depannya,” ujarnya.

Situasi ini menjadi ironi. Di saat pemerintah terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, masih ada siswa yang diduga kehilangan hak dasar karena buruknya pendataan.

Kasus semakin menjadi perhatian setelah muncul klaim bahwa siswa tersebut diarahkan mengikuti ujian susulan dengan menggunakan biodata siswa lain yang sudah tidak aktif. Jika benar, langkah itu dinilai bukan penyelesaian, melainkan persoalan baru yang lebih serius.

Baca Juga:  Calon Tunggal di Musda KNPI Halsel, Sefnat Tangaku Berpeluang Besar Terpilih Aklamasi

Dunia pendidikan dibangun di atas nilai kejujuran dan integritas. Karena itu, setiap upaya yang berpotensi menyalahi aturan akan memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

Masyarakat kini menunggu respons tegas dari Dinas Pendidikan Halmahera Selatan. Diamnya instansi terkait hanya akan menimbulkan kesan bahwa nasib siswa bisa diabaikan tanpa konsekuensi.

Audit administrasi, pemeriksaan internal, serta evaluasi kepemimpinan sekolah dinilai menjadi langkah penting untuk memulihkan kepercayaan publik.

Jika satu siswa bisa terlewat hari ini, siapa yang menjamin kejadian serupa tidak menimpa siswa lain esok hari?

Kasus SDN 119 Halmahera Selatan seharusnya menjadi alarm keras bahwa pendidikan tidak cukup dijalankan dengan rutinitas semata. Dibutuhkan ketelitian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap setiap anak.

Sebab di balik satu nama yang hilang dari daftar ujian, ada mimpi seorang siswa yang tertunda, ada hati orang tua yang kecewa, dan ada kepercayaan masyarakat yang mulai runtuh.

Pemerintah daerah diminta tidak menunggu polemik semakin besar. Masa depan anak-anak Halmahera Selatan terlalu berharga untuk dikorbankan oleh kelalaian.

Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Ilegal, Dana Desa Tidak Sah: Bom Waktu Korupsi di Depan Mata
Event Balap di Jalan Utama Halsel Tuai Sorotan, Warga Keluhkan Akses Ditutup dan Karcis Masuk
Dirut PDAM Halsel Klarifikasi Tagihan Air Rp967 Ribu, Akui Dipicu Kebocoran Instalasi Pelanggan
WERLINA TOTONONU Maju sebagai Calon Kepala Desa Bobo, Bawa Semangat Perubahan dan Harapan Baru untuk Masyarakat
Ketua GPM Halsel Desak Dirut PDAM Evaluasi Pegawai Terkait Dugaan Tarif Air Tidak Wajar
Warga Dusun Sungira Komplen Tarif Air Capai Rp967 Ribu, Pertanyakan Sistem Penagihan PDAM
Ketua GPM Harmain Rusli Desak Polres Halsel Segera Gelar Perkara Dugaan Perusakan 400 Pohon Cengkeh Milik Warga
Di Bawah Cahaya Redup, Kepastian Itu Seakan Mati Perlahan: Jejak Identitas dan Akreditasi SD Negeri 173 Halmahera Selatan yang Tak Kunjung Kembali
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:54 WIT

Kades Ilegal, Dana Desa Tidak Sah: Bom Waktu Korupsi di Depan Mata

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:27 WIT

Event Balap di Jalan Utama Halsel Tuai Sorotan, Warga Keluhkan Akses Ditutup dan Karcis Masuk

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:09 WIT

Dirut PDAM Halsel Klarifikasi Tagihan Air Rp967 Ribu, Akui Dipicu Kebocoran Instalasi Pelanggan

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:32 WIT

WERLINA TOTONONU Maju sebagai Calon Kepala Desa Bobo, Bawa Semangat Perubahan dan Harapan Baru untuk Masyarakat

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:02 WIT

Ketua GPM Halsel Desak Dirut PDAM Evaluasi Pegawai Terkait Dugaan Tarif Air Tidak Wajar

Berita Terbaru

Kepulauan Tidore

KKSD UMMU Kelompok 3 Bahas Program Pengabdian Bersama Pemdes Tului

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:59 WIT

Halmahera Selatan

Kades Ilegal, Dana Desa Tidak Sah: Bom Waktu Korupsi di Depan Mata

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:54 WIT