Warga Desa Dowora Kecewa, Pembagian Zakat Dinilai Tak Transparan

- Penulis

Senin, 23 Maret 2026 - 01:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan — Kekecewaan meluas di tengah masyarakat Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, menyusul perubahan kebijakan pembagian zakat oleh Badan Syarah Masjid Al-Fajri. Sejumlah warga menilai proses distribusi zakat tahun ini tidak berjalan adil dan minim transparansi, terutama bagi anak yatim, piatu, yatim piatu, serta para janda yang selama ini menjadi penerima tetap.

Salah satu warga berinisial “S” mengungkapkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, pembagian zakat dilakukan secara merata tanpa pengecualian. Seluruh kelompok yang berhak, termasuk yatim, piatu, dan janda, menerima bagian tanpa kendala maupun alasan tertentu.

“Dulu semua dapat, tidak ada yang terlewat. Tapi sekarang ada perubahan, dan itu tidak pernah dimusyawarahkan secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perubahan kebijakan tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, tidak ada sosialisasi maupun penjelasan resmi dari pihak Badan Syarah terkait alasan perubahan sistem distribusi zakat tersebut. Warga yang mencoba meminta klarifikasi pun mengaku mendapatkan jawaban yang dinilai tidak memuaskan.

“Ketika kami tanya kenapa ada yang tidak dapat, jawabannya karena mereka dianggap sudah bisa mandiri. Itu yang membuat masyarakat semakin kecewa,” tambahnya.

Kondisi ini memicu reaksi luas dari masyarakat. Tidak hanya perorangan, hampir seluruh lapisan warga Desa Dowora disebut turut menyayangkan kebijakan tersebut. Bahkan, muncul wacana dari sebagian warga untuk tidak lagi menyalurkan zakat melalui Masjid Al-Fajri pada tahun-tahun mendatang jika tidak ada perbaikan sistem.

“Masyarakat tidak menuntut lebih, hanya ingin keadilan dan keterbukaan. Kalau begini terus, ada kemungkinan mereka tidak lagi membawa zakat ke masjid,” ungkap “S”.

Warga juga berharap adanya peran aktif dari pemerintah desa dan tokoh agama setempat dalam menyikapi persoalan ini. Kepala desa dan imam masjid dinilai perlu segera membuka ruang dialog atau musyawarah bersama masyarakat guna menjelaskan kebijakan yang diambil serta mencari solusi terbaik.

“Kami butuh penjelasan yang jelas dan terbuka. Setidaknya ada rapat bersama agar semua pihak memahami dan tidak terjadi kesalahpahaman,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Badan Syarah Masjid Al-Fajri maupun pemerintah Desa Dowora terkait polemik tersebut. Masyarakat berharap persoalan ini segera diselesaikan agar kepercayaan terhadap pengelolaan zakat tetap terjaga.

Baca Juga:  Kasus Pelecehan Seksual Anak Kembali Guncang Halmahera Selatan: Ayah Tiri Diduga Hamili Anak Tirinya yang Masih SD

Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Ilegal, Dana Desa Tidak Sah: Bom Waktu Korupsi di Depan Mata
Event Balap di Jalan Utama Halsel Tuai Sorotan, Warga Keluhkan Akses Ditutup dan Karcis Masuk
Dirut PDAM Halsel Klarifikasi Tagihan Air Rp967 Ribu, Akui Dipicu Kebocoran Instalasi Pelanggan
WERLINA TOTONONU Maju sebagai Calon Kepala Desa Bobo, Bawa Semangat Perubahan dan Harapan Baru untuk Masyarakat
Ketua GPM Halsel Desak Dirut PDAM Evaluasi Pegawai Terkait Dugaan Tarif Air Tidak Wajar
Warga Dusun Sungira Komplen Tarif Air Capai Rp967 Ribu, Pertanyakan Sistem Penagihan PDAM
Ketua GPM Harmain Rusli Desak Polres Halsel Segera Gelar Perkara Dugaan Perusakan 400 Pohon Cengkeh Milik Warga
Di Bawah Cahaya Redup, Kepastian Itu Seakan Mati Perlahan: Jejak Identitas dan Akreditasi SD Negeri 173 Halmahera Selatan yang Tak Kunjung Kembali
Berita ini 132 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:54 WIT

Kades Ilegal, Dana Desa Tidak Sah: Bom Waktu Korupsi di Depan Mata

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:27 WIT

Event Balap di Jalan Utama Halsel Tuai Sorotan, Warga Keluhkan Akses Ditutup dan Karcis Masuk

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:09 WIT

Dirut PDAM Halsel Klarifikasi Tagihan Air Rp967 Ribu, Akui Dipicu Kebocoran Instalasi Pelanggan

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:32 WIT

WERLINA TOTONONU Maju sebagai Calon Kepala Desa Bobo, Bawa Semangat Perubahan dan Harapan Baru untuk Masyarakat

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:02 WIT

Ketua GPM Halsel Desak Dirut PDAM Evaluasi Pegawai Terkait Dugaan Tarif Air Tidak Wajar

Berita Terbaru

Kepulauan Tidore

KKSD UMMU Kelompok 3 Bahas Program Pengabdian Bersama Pemdes Tului

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:59 WIT

Halmahera Selatan

Kades Ilegal, Dana Desa Tidak Sah: Bom Waktu Korupsi di Depan Mata

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:54 WIT