Halmahera Selatan– Sejumlah warga Desa Loleo Mekar, Kecamatan Kasiruta, Kabupaten Halmahera Selatan, mempertanyakan keberadaan aset desa berupa mesin Jonson yang hingga kini belum diketahui secara pasti status dan kondisinya. Ketiadaan informasi resmi dari pemerintah desa memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
Dugaan tersebut mengarah kepada Kepala Desa Loleo Mekar, Ilham R. Lakoda, yang disebut-sebut telah memindahkan bahkan diduga menjual aset desa tanpa penjelasan yang jelas kepada warga. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa mesin Jonson desa tersebut telah dibawa keluar desa sejak beberapa bulan lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, satu unit mesin dibawa ke bengkel di Labuha untuk diperbaiki, sementara satu unit lainnya dibawa ke bengkel di wilayah Kayoa.
_“Mesin yang satu dibawa bengkel di Labuha sejak bulan Desember tahun lalu. Sampai sekarang sudah sekitar tujuh bulan lebih belum juga kembali ke desa. Sementara satu mesin lainnya dibawa ke bengkel di Kayoa. Kami sebagai masyarakat ingin mengetahui bagaimana kondisi dan keberadaan aset tersebut,”_ ujar warga tersebut.
Warga mengaku tidak pernah menerima penjelasan resmi terkait alasan pemindahan mesin, kondisi kerusakan, maupun perkembangan proses perbaikannya.
Akibatnya, muncul dugaan dan spekulasi di tengah masyarakat mengenai status aset yang dibeli menggunakan anggaran desa tersebut.
Menurut warga, pemerintah desa seharusnya memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat mengenai pengelolaan dan keberadaan aset desa. Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan polemik yang dapat mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
“Kami hanya ingin ada penjelasan yang jelas. Kalau memang sedang diperbaiki, sampaikan kepada masyarakat. Kalau ada kendala, juga harus dijelaskan. Karena ini aset desa yang merupakan milik bersama,” kata warga lainnya.
Masyarakat juga meminta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemerintah kecamatan, serta instansi terkait di Kabupaten Halmahera Selatan untuk melakukan penelusuran terhadap keberadaan mesin tersebut dan memastikan seluruh aset desa dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Loleo Mekar, Ilham R. Lakoda, belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai keberadaan mesin desa tersebut.
Warga berharap pemerintah desa segera memberikan penjelasan resmi agar polemik yang berkembang dapat diselesaikan secara terbuka dan tidak menimbulkan berbagai dugaan yang semakin meluas di tengah masyarakat.
Penulis : Rahmat Ikram









