Hut Halmahera Timur ke 23, harmoni kehilangan arti diatas teror dan pembunuhan.

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 02:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh, Jihan Samad

Pjs Ketua Umum HMI Komisariat FKIP Unkhair Ternate

Usia Halmahera Timur terus bertambah, sejak melapaskan diri dari Halmahera Tengah untuk mengurus daerah administrasinya masing-masing pada 2003. Sebelum tahun 2003, diskursus di setiap meja warung kopi begitu hangat untuk melepaskan diri. Demi menciptakan kesejahteran dan pemerataan di semua sektor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi cita-cita untuk kesejahteran itu hilang arah paska Izin Usaha Pertambangan (IUP) itu diberikan. Perioritas Pemerintah yang awalnya adalah demi terciptanya kesejahteraan, kini berali ke Investasi Pertambangan.

Dilansir dari JATAM, sejak ANTAM mulai masuk dan beroperasi pada 2006 lalu. Dulunya, kawasan Moronopo ini, adalah tempat warga Maba dan Buli menangkap ikan. Di sini ikan bertelur. Para nelayan pun menjadikan tempat ini untuk menambatkan perahu, juga tempat transit.

Ketika ANTAM beroperasi, semua kemudian berubah. Lahan pertanian/perkebunan di lereng gunung beralih-fungsi menjadi wilayah tambang.

Sejak izin tambang itu diterbitkan, petani dan nelayan tergeser dari tempat produksinya. Bahkan tidak ada tempat untuk mereka memprotes kerusakan yang dibikin oleh industri ekstraktif tersebut. Padahal, di setiap tahun datang musim hujan selalu mengakibatkan longsor dan banjir. Ini bukan diakibatkan karena curah hujan yang berlebihan, melainkan pembabatan hutan secara membabi’buta sehingga tak ada lagi penghalang ketika hujan turun.

Kita bisa lihat yang diterbitkan Kementerian ESDM pada tahun 2000, dengan luas konsesi mencapai 39.040 hektar. Selain menambang nikel, ANTAM juga membangun tempat pemurnian (smelter) nikel, berlokasi di Mabapura, tepatnya di Tanjung Buli.

Hal ini berbedah dengan petani yang ada di Kecematan Maba Selatan. Jika petani dan nelayan di Kecamatan Maba mulai cemas dengan kehadiran Industri Ekstraktif yang dengan terang-terangan menyerobot lahan dan merusak sungai dan laut meraka.

Baca Juga:  Pendaftaran Pendidikan Penerbangan Tadika Puri Cabang Ternate Resmi Dibuka, Kesempatan Emas Raih Karier di Industri Penerbangan

Petani di Maba Selatan berbedah, karena sejak 1985 para petani telah hidup dalam ketakutan teror dan pembunuhan. Teror dan pembunuhan tidak berhenti di tahun 1985, malahan 2004-2006-2013-2014-2019-2022 adalah deretan teror dan pembunuhan di Maba Selatan.

Ketidak seriusan pemerintah untuk mengungkap siapa dalang dari teror dan aktor pembunuhan berantai ini’lah yang membikin petani di Maba Selatan cemas, karena perlahan-lahan meraka akan dilengserlan dari tempat-tempat produksi mereka mempertahan hidup. Karena setiap petani yang pergi ke kebun untuk memanen hasil taninya, meraka selalu dihantui teror dan pembunuhan di hutan yang dulunya nyaman ketika berada didalamnya.

Di HUT Halmahera Timur ke 23, dengan tema, Harmoni untuk Pembangunan Berkelanjutan. Menjadi harapan untuk pemerintah bisa kembali pada cita-cita para pendahulu. Sebab pembangunan akan berlanjut dan harmoni akan tercipta bila warganya hidup dengan aman, sejahterah, dan merdeka di atas tanah yang meraka percayai adalah milik mereka sendiri.

Dengan kekayaan alam yang melimpah, sudah semistinya warganya hidup dengan penuh kesejahteraan. Tapi hal itu tidak akan mungkin terjadi, karena kekayaan alam yang dimiliki diincar oleh beberapa orang dilingkaran elit. Ini yang menyebabkan kesejahteraan itu tidak merata, sebab kekayaan yang dihasilkan dari ekspolitasi hutan, pencemaran sungai dan laut hanya berputar disekolom kecil penjahat berwajah suci.

Terakhir, Usut tuntas teror dan pembunuhan berantai di Maba Selatan. Karena damai bagi kami adalah hutan yang aman untuk petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program BSPS Presiden Prabowo: Langkah Nyata Mewujudkan Rumah Layak Huni dan Swasembada Papan 2045
Pendaftaran Pendidikan Penerbangan Tadika Puri Cabang Ternate Resmi Dibuka, Kesempatan Emas Raih Karier di Industri Penerbangan
DITLANTAS POLDA MALUKU UTARA Siap Gelar Operasi Patuh Kie Raha 2026, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
“Suara Rakyat Desa Nggele: Melawan Diam atas Persoalan Banjir”
Menjelang Idul Adha, POLDA MALUT Harus Pastikan Anggotanya Tidak Terlibat Penjualan, Peredaran, dan Konsumsi Minuman Keras
BADKO HMI Maluku Utara Soroti Pelayanan RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Sangat Berharap Gubernur Sherly Tjoanda Laos dan DPRD Bertindak
Manusia dan Hikmah Diptera Makhluk Yang diremehkan
Alam, dan Kesejahteraan Rakyat: Antara Amanat Konstitusi dan Realitas Sosial
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 00:01 WIT

Program BSPS Presiden Prabowo: Langkah Nyata Mewujudkan Rumah Layak Huni dan Swasembada Papan 2045

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:33 WIT

Pendaftaran Pendidikan Penerbangan Tadika Puri Cabang Ternate Resmi Dibuka, Kesempatan Emas Raih Karier di Industri Penerbangan

Senin, 1 Juni 2026 - 02:37 WIT

Hut Halmahera Timur ke 23, harmoni kehilangan arti diatas teror dan pembunuhan.

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:18 WIT

“Suara Rakyat Desa Nggele: Melawan Diam atas Persoalan Banjir”

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:06 WIT

Menjelang Idul Adha, POLDA MALUT Harus Pastikan Anggotanya Tidak Terlibat Penjualan, Peredaran, dan Konsumsi Minuman Keras

Berita Terbaru