Eskalasi Ketegangan di Pulau Obi: Potret Buram Perlindungan Hak Agraria di Bawah Bayang-Bayang Militerisme Korporasi

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 23:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Halmahera Selatan, DINAMIKA sengketa lahan di Desa Soligi, Pulau Obi, kini memasuki babak baru yang mengkhawatirkan menyusul keterlibatan aktif aparat gabungan TNI dan Polri dalam merespons aksi protes warga terhadap PT Harita Group. Insiden pembubaran paksa aktivitas pemalangan lahan yang dilakukan oleh Alimusu La Damili selalu pemilik lahan bersama masyarakat setempat tidak hanya memicu keresahan sosial, tetapi juga mengonfirmasi adanya anomali dalam fungsi penegakan hukum di wilayah lingkar tambang. Kehadiran personel TNI dan Polri di area konflik sipil tersebut secara akademis mengindikasikan adanya kecenderungan sekuritisasi kepentingan investasi, di mana instabilitas operasional perusahaan direspons dengan pendekatan keamanan yang represif daripada melalui mediasi agraria yang substantif.

​Kritik tajam yang dilayangkan oleh warga mencerminkan kegagalan negara dalam memposisikan diri sebagai penengah yang netral. Tindakan aparat yang lebih memprioritaskan kelancaran arus produksi perusahaan dibandingkan perlindungan terhadap hak kepemilikan warga dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap amanat konstitusional. Secara yuridis, tindakan tersebut berseberangan dengan semangat Pasal 28H ayat (4) UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria, yang secara eksplisit menjamin hak milik warga negara dari intervensi sewenang-wenang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketidakpastian pembayaran ganti rugi yang telah berlangsung lama menciptakan akumulasi kekecewaan struktural, yang kemudian meledak dalam bentuk aksi pemalangan sebagai instrumen tekanan politik dari kelas bawah yang terpinggirkan.

​Absensi transparansi dari pihak PT Harita Group dan belum adanya klarifikasi resmi dari institusi TNI maupun Polri mengenai dasar hukum pengerahan personel di lokasi sengketa memperlebar celah defisit kepercayaan publik. Kondisi ini diperparah oleh lambannya respons Pemerintah Daerah Halmahera Selatan dalam merealisasikan komitmen politik yang pernah dijanjikan melalui Rapat Dengar Pendapat di DPRD. Ketiadaan langkah konkret dalam pembentukan tim penyelesaian sengketa menunjukkan adanya inersia birokrasi yang membiarkan konflik terus berlarut tanpa kepastian hukum.

Jika pola penanganan konflik agraria di Pulau Obi tetap mengedepankan koersi militeristis tanpa menyentuh akar persoalan keadilan distributif, maka stabilitas sosial di wilayah Maluku Utara dipastikan akan terus berada dalam titik nadir yang membahayakan integrasi sosial antara korporasi dan masyarakat lokal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BADKO HMI MALUT Soroti Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih: Tenaga Kerja dan Sarjana Lokal Harus Diprioritaskan
DIREKTUR PT DIFA MEDIA GROUP SULDIN M SOMADAYO UCAPKAN SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA KE-98, AJAK GENERASI MUDA JADI PEMIMPIN BERINTEGRITAS
Semangat Sumpah Pemuda 2026, Kades Kaputusang Milka Dadana Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan dan Bangun Daerah
Pemuda dan Pemudi Desa Gilalang Gelar Jumat Bersih untuk memperkuat Semangat Gotong Royong, kepedulian lingkungan
SMA NEGERI 7 HALMAHERA SELATAN LANTIK PENGURUS MPK DAN OSIS, SIAP CETAK PEMIMPIN MUDA BERKARAKTER
BIM-MALUT DESAK KEJATI MALUT PERCEPAT KASUS HIBAH UNSAN BACAN, PERIKSA HASAN ALI BASSAM KASUBA DAN USUT SELURUH PIHAK TERKAIT!
KAYA AKAN SUMBER DAYA ALAM, TETAPI MASYARAKAT MASIH RENTAN: ADA APA DENGAN HALMAHERA SELATAN?
Kabut Tebal dan Debu Jadi Perhatian, SMPN 29 Halsel Bagikan Masker kepada Siswa

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:22 WIT

BADKO HMI MALUT Soroti Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih: Tenaga Kerja dan Sarjana Lokal Harus Diprioritaskan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:00 WIT

DIREKTUR PT DIFA MEDIA GROUP SULDIN M SOMADAYO UCAPKAN SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA KE-98, AJAK GENERASI MUDA JADI PEMIMPIN BERINTEGRITAS

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:10 WIT

Semangat Sumpah Pemuda 2026, Kades Kaputusang Milka Dadana Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan dan Bangun Daerah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:57 WIT

Pemuda dan Pemudi Desa Gilalang Gelar Jumat Bersih untuk memperkuat Semangat Gotong Royong, kepedulian lingkungan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:22 WIT

BIM-MALUT DESAK KEJATI MALUT PERCEPAT KASUS HIBAH UNSAN BACAN, PERIKSA HASAN ALI BASSAM KASUBA DAN USUT SELURUH PIHAK TERKAIT!

Berita Terbaru