TERNATE – Kader Keamanan Pangan Nasional dari organisasi Nasyiatul Aisyiyah Maluku Utara dan Majelis Kesehatan Aisyiyah Kota Ternate melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang keamanan pangan kepada mahasiswa Program Studi Gizi Program Sarjana Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 20–21 Mei 2026.
Melalui kerja sama dengan Program Studi Gizi UMMU, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya keamanan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai 5 Kunci Keamanan Pangan dan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Materi tersebut merupakan program edukasi BPOM yang bertujuan mendorong masyarakat agar lebih teliti dalam memilih dan mengonsumsi pangan yang aman.
Perwakilan Kader Keamanan Pangan Nasional, Diah Merdekawati Surasno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen kader dalam menyebarluaskan informasi keamanan pangan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
“Kegiatan ini merupakan keberlanjutan dari Bimbingan Teknis Kader Keamanan Pangan Nasional yang telah kami ikuti. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, kami memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kembali informasi keamanan pangan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Diah, mahasiswa merupakan kelompok strategis yang memiliki peran penting dalam menyebarkan edukasi kesehatan dan keamanan pangan kepada lingkungan sekitar.
“Kami dari Majelis Kesehatan Aisyiyah Kota Ternate dan Nasyiatul Aisyiyah Maluku Utara bekerja sama dengan Program Studi Gizi UMMU mengadakan KIE dengan materi 5 Kunci Keamanan Pangan dan Cek KLIK,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran untuk menerapkan prinsip keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, peserta dapat membudayakan keamanan pangan secara individu dan sebagai mahasiswa dapat menyampaikan kembali informasi ini kepada teman, keluarga, maupun masyarakat luas,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, para kader berharap kesadaran mengenai keamanan pangan semakin meningkat di kalangan generasi muda sehingga dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih peduli terhadap pangan yang aman, sehat, dan bermutu.









