Nobar Film “Pesta Babi” di Benteng Oranje Dibubarkan TNI

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE — Kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, Jumat (8/5/2026) malam, dibubarkan aparat TNI. Pembubaran tersebut menuai kecaman dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate yang menilai tindakan aparat sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi.

Kegiatan yang digelar AJI Ternate bersama Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) itu awalnya direncanakan berlangsung dalam bentuk pemutaran film dan diskusi terkait isu lingkungan serta persoalan sosial.

Berdasarkan keterangan panitia, upaya pembubaran sudah mulai terlihat sejak tahap persiapan kegiatan. Sekitar pukul 19.30 WIT, sejumlah anggota Babinsa dan intelijen TNI mendatangi lokasi sambil mendokumentasikan aktivitas panitia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi kemudian memanas sekitar pukul 21.00 WIT ketika aparat dari Kodim 1501/Ternate kembali datang dan meminta kegiatan dihentikan. Meski demikian, panitia tetap melanjutkan agenda dan mulai memutar film karya Watchdoc tersebut sekitar pukul 21.30 WIT. Kegiatan itu dihadiri jurnalis, aktivis lingkungan, serta anggota AJI Ternate dan SIEJ.

Tidak lama setelah pemutaran dimulai, Dandim 1501/Ternate Letkol Inf Jani Setiadi bersama sejumlah personel kembali mendatangi lokasi dan meminta film dihentikan.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rinto Taib, yang sebelumnya memberikan izin penggunaan lokasi, bersama Sekretaris SIEJ, Ikram Salim, kemudian diminta berkoordinasi dengan aparat.

Dalam dialog tersebut, panitia menjelaskan bahwa film Pesta Babi mengangkat isu lingkungan yang relevan dengan berbagai persoalan ekologis di Halmahera. Namun aparat tetap meminta pemutaran dihentikan dengan alasan isi film dan poster kegiatan dinilai sensitif serta berpotensi memicu konflik di masyarakat.

Baca Juga:  Abdul Aziz Hakim Desak Kejati Malut Segera Umumkan Tersangka Kasus Tunjangan DPRD

Aparat juga mengaku menerima penolakan dari sebagian warga di wilayah Gamalama terkait kegiatan tersebut.

Setelah negosiasi berlangsung cukup panjang, aparat akhirnya meminta pemutaran film dihentikan dan hanya mengizinkan kegiatan dilanjutkan dalam bentuk diskusi.

Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, mengecam tindakan aparat yang dinilai mengintervensi ruang sipil dan kebebasan berekspresi warga.

“Ini bukan sekadar pembubaran nobar film, tetapi bentuk nyata intimidasi terhadap ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi warga. Aparat tidak seharusnya menentukan karya apa yang boleh atau tidak boleh ditonton masyarakat,” ujar Yunita.

Ia juga menyoroti kehadiran aparat sejak awal kegiatan, termasuk pendokumentasian panitia dan peserta, yang menurutnya menimbulkan rasa takut dan tekanan psikologis.

“Cara-cara seperti ini mengingatkan pada praktik pembungkaman di masa lalu. TNI seharusnya fokus pada fungsi pertahanan negara, bukan mengintervensi kegiatan sipil dan ruang diskusi publik,” katanya.

AJI Ternate menilai alasan potensi konflik tidak dapat dijadikan dasar pembubaran karena kegiatan berlangsung damai tanpa unsur provokasi.

“Jika setiap karya kritis dianggap ancaman lalu dibungkam, maka demokrasi berada dalam situasi berbahaya,” tambahnya.

Sekitar pukul 23.00 WIT, setelah dialog panjang antara aparat dan peserta, pemutaran film resmi dihentikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendhalsel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Tahan Gaji Karyawan dan Bebankan Selisih Stok Rp25 Juta, Malut Gadget Ternate Kembali Disorot
Guru SMPN 10 Ternate Bongkar Dugaan Pungli dan Pengelolaan Dana BOS, Desak Kepsek Dicopot
Kantor Ombudsman Malut Dibobol Maling, DVR CCTV dan Brankas Raib
69 Mahasiswa Fakultas Hukum UMMU Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum
8 Atlet MAPALA E.S.A Perkuat Sejumlah Daerah di Porprov V Maluku Utara
Pendaftaran Pendidikan Penerbangan Tadika Puri Cabang Ternate Resmi Dibuka, Kesempatan Emas Raih Karier di Industri Penerbangan
Mahasiswa Gizi UMMU Diberi Edukasi 5 Kunci Keamanan Pangan dan Cek KLIK
DITLANTAS POLDA MALUKU UTARA Siap Gelar Operasi Patuh Kie Raha 2026, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:42 WIT

Diduga Tahan Gaji Karyawan dan Bebankan Selisih Stok Rp25 Juta, Malut Gadget Ternate Kembali Disorot

Senin, 22 Juni 2026 - 05:01 WIT

Guru SMPN 10 Ternate Bongkar Dugaan Pungli dan Pengelolaan Dana BOS, Desak Kepsek Dicopot

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:13 WIT

Kantor Ombudsman Malut Dibobol Maling, DVR CCTV dan Brankas Raib

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:56 WIT

69 Mahasiswa Fakultas Hukum UMMU Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:49 WIT

8 Atlet MAPALA E.S.A Perkuat Sejumlah Daerah di Porprov V Maluku Utara

Berita Terbaru